Penurunan bunga acuan akan genjot kinerja ekspor

Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:48 WIB ET

MEDAN, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) telah memangkas bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis point (bps) menjadi 5,75% di bulan ini. Pemangkasan suku bunga ini dapat mendorong peningkatakan ekspor.

Keputusan tersebut diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tengah meredanya gejolak kondisi pasar keuangan. Bank sentral meyakini, pemangkasan bunga acuan tersebut bakal memacu kinerja ekspor dalam negeri.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, pemotongan bunga akan membuat biaya pinjaman lebih murah.

"Biaya untuk borrowing dari perbankan menjadi lebih murah, lending dari perbankan menjadi lebih baik. Asumsi memang di sini adalah permintaan kredit harus dijaga karena kalau lemah menjadi sulit ekspansi lending dari perbankan. Ekspektasi konsumen masih cukup positif untuk terus melakukan investasi. Paling tidak dari gambaran itu, kegiatan ekspor menjadi lebih baik," kata Dody, Jumat (19/7/2019).

Meski demikian, masih ada tantangan dari sisi permintaan dengan kondisi global seperti saat ini. Namun menurut Dody, strategi dagang juga menjadi kuncinya.

"Sehingga penting strategi apa untuk mendorong eskpor dan komoditi apa yang bisa didorong untuk jadi quick win. Kita punya saingan yang paling berat. Kita punya komoditas yang punya kesamaan dengan," tambah Dody. 

Komoditi yang dimaksud, antara lain perikanan, produk karet, produk kertas, tekstil, dan produk kayu. Yang jelas, ekspor menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi.

Sebab, ekspor menentukan seberapa besar konsumsi rumah tangga dan seberapa besar investasi. kbc10

Bagikan artikel ini: