Cegah fintech abal-abal, ini strategi OJK

Sabtu, 20 Juli 2019 | 08:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memutar otak guna mencegah perusahaan financial technology (fintech) abal-abal menjamur.

Pasalnya, perusahaan fintech tak berizin itu sebenarnya sudah ditutup, namun muncul lagi memakai nama berbeda. Asal tahu saja, hingga saat ini OJK telah menutup 900 fintech abal-abal. 

"Bagaimana cegahnya? Itu sulit tapi tidak jadi PR kami saja di OJK. Saya rasa otoritas lain pun juga punya cara," kata Kepala Inovasi Keuangan Daerah (IKD) OJK Triyono di kantornya, Jakarta, Jumat (19/2019).

Untuk saat ini, Triyono menyebut OJK hanya mampu mencegah fintech yang merugikan masyarakat masuk ke tanah air. Pencegahan pun dilakukan dengan gencar sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk mengetahui lebih dalam perusahaan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Meski demikian, Triyono mengungkapkan bahwa langkah OJK menutup 900 perusahaan fintech abal-abal menandakan bahwa regulator tidak menutup mata.

"Itu kita temukan 900 sudah hebat juga dengan upaya yang ekstensif. Itu tanda kita tidak diam dan ada di masyarakat," kata Triyono.

Saat ini ada 46 fintech yang sedang proses uji keandalan bisnis atau tahap regulatory sandbox. Triyono bilang, 46 fintech yang sedang uji keandalan bisnis berasal daei 93 perusahaan yang mendaftar

"Jumlah yang masuk ada 93, permohonan inovator," kata Triyono. kbc10

Bagikan artikel ini: