FILM : 14 BLADE

Sabtu, 6 Februari 2010 | 16:34 WIB ET

Dua sisi mata uang, kesetiaan dan pengkhianatan

JAKARTA, kabarbisnis.com : Kesetiaan dan Pengkhianatan bagaikan dua sisi mata uang. Dari zaman dulu hingga kini, dua kata berlawanan ini memang tak pernah terpisahkan. Apalagi berkaitan dengan pekerjaan, jabatan, kedudukan jarak antara kesetiaan dan pengkianatan memang tak ada bedanya.

Film laga 14 Blades, memaparkan kesetiaan dan pengkhianatan dengan setting kerajaan zaman China kuno. Dengan latar sejarah Dinasti Ming, makna kesetiaan diuji pada posisi yang tidak mudah. Kesetiaan biasanya berdampingan dengan persaudaraan, perjuangan, dan pengorbanan, diadu dengan batu ujian bernama pengkianatan.

14 Blades memang sangat menegangkan, pertarungan dengan senjata, adu domba digulirkan, fitnah ditebarkan, dan kekuatan pertandingan adu skill berpencak dipertontonkan, pemenangnya adalah kebenaran. Tapi, untuk sampai kepada kebenaran itu, memang diuji keteguhan kebenaran, sebelum sampai di rumah sejatinya.

Sebagai sebuah film remake berjudul Police Pool of Blood (1984), 20 menit pertama plot film ini langsung merumit. Sekejap pikiran melenggang dari alur cerita, kita akan tergopoh-gopoh mengikuti alur cerita selanjutnya. Tokoh protagonis, para pendekar dengan 14 Pedang-nya itu, menjadi

sentral utama penceritaan.

Film ini mengisahkan Dinasti Ming yang berdiri enam ratus tahun lalu. Dalam masa kejayaan Dinasti Ming telah mengawali membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai badan intelijen, sesuatu yang di zaman itu bukanlah sebuah kelaziman. Para pengawal pribadi sang kaisar ini pun direkrut dan dilatih dengan cara yang tidak lazim pula. Hasilnya, satu tim yang menjadi senjata paling ditakuti, paling ampuh, paling mahir, paling top yaitu Penjaga Kekaisaran. Mereka adalah Jin Yi Wei. Qinglong dan Xuan Wu.

Para pengawal pribadi kaisar ini direkrut dari anak-anak jalanan. Para anak yatim piatu yang tak punya rumah ini dikumpulkan dan dilatih berbagai ilmu bela diri dan dibekali senjata yang unik untuk menjadi mesin pembunuh yang istimewa. Para pengawal ini selalu membawa empat belas bilah senjata tajam yang masing-masing punya fungsi sendiri.

Delapan bilah senjata digunakan untuk menyiksa lawan sementara lima bilah digunakan untuk membunuh. Satu yang terakhir tak pernah mereka gunakan karena yang satu ini mereka simpan sebagai sarana bunuh diri jika misi mereka gagal dalam menjalankan tugas. Mereka juga mendapat ijin membunuh, namun demikian Penjaga Kekaisaran wajib mengabdikan hidup mereka hanya untuk melayani Kaisar.

Jika kekaisaran sudah dilindungi oleh para penjaga istimewa seperti ini, maka tidak ada yang bisa merebut kekuasaannya, kecuali lewat politik adu domba. Dari sinilah drama bermula. Para penjaga kekaisaran yang diposisikan berada di atas hukum, tidak tersentuh siapapun, dan mempunyai lisensi untuk membunuh itu, akhirnya harus menilik kembali arti kesetiaan kepada kekaisaran, ketika salah seorang diantara mereka, ingin menegakkan kekayaan hakiki seorang manusia; yaitu martabatnya.

Suatu ketika, kekaisaran berhasil diambil alih oleh kaisar Jia Jing Zhong. Sang penjaga kekaisaran Qinglong dan Xuanwu ditugaskan Prince Qing untuk mencuri logo kekaisaran dan daftar orang-orang yang masih setia kepada Kaisar. Ternyata saat menjalani misi Qinglong malah dikhianati, dijebak Xuanwu. Merasa dijebak, Qinglong pun berusaha kabur dengan membawa serta logo kekaisaran tersebut.

Sebagai orang yang paling dicari, Qinglong harus membersihkan namanya sekaligus mencari orang-orang yang setia tersebut untuk melawan Jia dan merebut kembali kekuasaan dari tangan musuh yang tak lain temannya sendiri, temannya seperjuangan yang telah berkhianat demi mencari jabatan dan kedudukan.

Dalam keadaan terluka setelah bertempur dengan para pengawal kekaisaran, Qinglong meminta bantuan Qiao Hua, seorang wanita yang benci dengan penindasan. Ia meminta Qiao Hua dan kelompoknya untuk mengantarnya ke perbatasan untuk mengembalikan logo kekaisaran ke tangan yang tepat.

Dalam usaha pelariannya, Qinglong harus berhadapan dengan para pengawal kekaisaran yang terus berusaha untuk membunuhnya dan merebut logo tersebut. Kekaisaran mengirim seorang wanita bernama Tuo Tuo, untuk membunuh Qinglong. Tuo Tuo telah berhasil mengalahkan 2 orang petarung terbaik kekaisaran yang berkhianat dengan mudah. Ia dipercaya untuk memburu Qinglong.

Tuo Tuo berhasil menemukan persembunyian Qinglong. Pertempuran sengit pun terjadi. Qiao Hua pun terseret dalam masalah antara Qinglong dan Tuo Tuo. Qiao Hua sempat menjadi tawanan Tuo Tuo. Berhasilkah usaha itu ? 14 Blades memang enak ditonton. Kbc10

Jenis Film : Action

Pemain : Kate Tsui, Vicky Zhao Wei, Qi Yuwu, Donnie Yen,

Sutradara : Daniel Lee

Penulis : Abe Kwong, Daniel Lee

Producer : Susanna Tsang

Distributor: Golden Village Pictures

Bagikan artikel ini: