Kerek ekspor ke Malaysia, Pemprov Jatim pertemukan pelaku UMKM dengan pengusaha Tawau

Senin, 22 Juli 2019 | 17:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur terus dipacu, termasuk ke Tawau Sabah Malaysia. Keinginan ini muncul dengan melihat tren masuknya barang dari berbagai negara seperti  China, Vietnam dan Semenanjung ke Malaysia yang cukup tinggi, sementara Indonesia yang sejatinya sangat dekat justru kalah.

“Saat ini memang sudah ada beberapa produk Indonesia yang masuk ke Tawau Sabah Malaysia dari Surabaya juga sudah ada yang masuk. Tetapi kami melihat masih bisa untuk ditingkatkan lagi. Apalagi mereka ini banyak juga yang belum pernah ke Jatim dan sama sekali tidak mengenal produk dari Jatim. Karena orang Tawau mengambil produk lebih banyak dari China, Semenanjung dan Vietnam,” kata Fungsi Ekonomi Konsulat Indonesia untuk Tawau Sabah Malaysia, Septania Rubi Prameswari.

Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur bersama KBRI di Tawau mencoba mempertemukan 24 pengusaha dari Tawau Sabah Malaysia dengan 30 pengusaha Jatim, khususnya dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam acara “Business meeting antar pengusaha Tawau Sabah Malaysia dan Jawa Timur”  di Gedung Dekranasda Jatim, Surabaya, Senin (22/7/2019).

“Melalui  pertemuan ini, selain akan meningkatkan hubungan antara pengusaha Tawau dengan pengusaha Jawa Timur, kami berharap akan ada hubungan kerjasama saling menguntungkan antara keduanya. Mereka pengusaha Tawau bisa  mengambil produk dari UMKM kita, karena kalau melihat letaknya, Kalimantan dari Surabaya itu lewat selat Makassar. Tetapi kedekatan itu saya rasa kurang kerjasama ekonominya,” tambahnya.

Beberapa jenis produk yang diminati diantaranya adalah produk makanan dan minuman seperti  makanan kering, kerupuk, saos dan sambal. “Mereka cukup banyak yang minat. Dan Bahwa di Tawau itu bukan hanya orang Malaysia, tetapi TKI Indonesia juga cukup banyak. Itu jadi pasar tersendiri karena mereka pasti kangen  produk Indonesia,” ujar Tina. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Internasional Disperindag Jatim, Nyoman Desak Siksiawati mengatakan bahwa melalui pertemuan ini diharapkan akan terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.

“Pertemuan ini sudah disiapkan sejak Februari 2019. Kami sudah melakukan diskusi dengan KBRI di Tawau apa saja yang dibutuhkan pengusaha Tawau dan apa yang bisa kita sediakan.  Yang bergerak di bidang kontraktor misalnya, apa yang dibutuhkan, bahan baku pendukung kontraktor atau industri pupuk, mereka butuh bahan baku dari Indonesia,” ujar Desak. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Business meeting seperti ini baru dilakukan dan akan dilihat bagaimana hasilnya. Disperindag juga mencoba mengaktifkan perwakilan Indonesia yang berada  di berbagai negara luar dan juga perwakilan negara lain yang berada di Surabaya. Dengan upaya ini, diharapkan kinerja ekspor non migas Jatim akan semakin terkerek.  “Evaluasi kedepan, kami ingin pengusaha kita juga bisa presentasi keunggulan produknya di depan mereka,” katanya.

Saat ini, ujarnya, Malaysia berkontribusi sebesar 5,66 persen terhadap nilai ekspor non migas Jatim dan menduduki peringkat keempat negara tujuan ekspor terbesar Jatim, setelah Jepang, Amerika, dan  Tiongkok.

Adapun nilai ekspor nonmigas Jatim periode Mei 2019 sebesar US$1,8 miliar. Bila dibandingkan dengan periode April 2019 sebesar US$ 1,5 miliar, maka realisasi ekspor non migas tersebut mengalami peningkatan 1,30 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: