813.872 Rumah tangga belum teraliri listrik

Senin, 22 Juli 2019 | 20:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui kesulitan mengejar target elektrifikasi .Setidaknya, masih ada sekitar 813.872 rumah tinggi (RT) yang belum teraliri listrik.

Hingga Juni 2019, rasio elektrifikasi sebesar 98,81%. Pemerintah menetapkan target rasio elektrifikasi sebesar 99,9% pada Desember 2019. Jonan tidak menampik sulit bagi institusinya untuk mengejar target dengan waktu yang tinggal hitungan bulan.

Sementara kebutuhan investasi untuk sambungan listrik kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan ketersediaan pasokan namun juga transmisi hingga ke tingkat RT.Jonan berharap ada peran serta dari badan usaha atau swasta yang dapat terlibat dalam pemenuhan rasio elektrifikasi tersebut.

Meski saat ini pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero tengah menggenjot pembangunan pembangkit hingga transmisi, namun hal itu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa melibatkan swasta.

"Sekarang saya lagi pusing kumpulkan BU (Badan Usaha) yg mau sumbang sambungan listrik. Karena kalau mau elektrifikasi tercapai itu ada lebih dari 500.000 RT yang butuh biaya sambung listrik," ujar Jonan di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Data Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyebutkan saat ini baru ada sekitar 10 badan usaha di sektor ESDM yang menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan pasang baru listrik (BPBL). Kesepuluh BU tersebut adalah PT Cikarang Listrikindo, PT Paiton Energy, PT AKR, PT Poso Energy, PT Energy Sengkang, PT Geodipa, PT Sumber Segara Primadaya, PT Jawa Power, PT Lestari Banten Energi, dan PT Cirebon Electric Power.

Kesepuluh Badan Usaha ini komitmen memberikan BPBL terhadap 31.707 RT untuk mendapatkan energi listrik. Artinya masih sangat banyak RT yang belum tercover BPBL dari swasta. Oleh sebab itu ada empat skema yang bakal ditempuh pemerintah agar total RT yang belum tercover tersebut dapat dipenuhi.

Strategi pertama yaitu dengan mengandalkan sinergi BUMN , kemudian melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLN. Selanjutnya melalui peran dari pemerintah daerah dan peran BUMN sektor ESDM melalui dana CSRnya.

"Kalau mau elektrifikasi 100 persen itu banyak masyarakat yang tidak mampu bayar biaya sambung listrik. Kalau di Jawa rata-rata biaya sambung baru listrik Rp 500.000, kalau di luar Jawa bisa Rp700.000 hingga sejuta," pungkas Jonan. kbc11

Bagikan artikel ini: