Membanggakan! INKA kembali ekspor kereta ke Bangladesh

Selasa, 23 Juli 2019 | 20:33 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: BUMN PT INKA (Persero) kembali mengirimkan 26 kereta dari total 250 kereta pesanan Bangladesh Railway melalui Terminal Jamrud II, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pengiriman tahap kedua ini merupakan jenis yang baru yaitu Meter Gauge (MG), setelah sebelumnya pada Januari 2019 mengirimkan sebanyak 50 kereta jenis Broad Gauge (BG).

Proses loading dari 26 kereta MG ini, sudah dimulai dari pabrik INKA di Madiun sejak 19 juli, dan rencananya akan diberangkatkan tanggal 24 Juli 2019 menggunakan kapal milik Thorco Shipping menuju Chittagong Port, Bangladesh.

"Kereta yang 26 ini  dikirim dari Madiun tgl 19 Juli lalu secara bertahap, dan sekarang masih ada 2 kereta yang sedang proses dikirim ke Tanjung Perak. Sehingga total 26 kereta ini rencananya akan diberangkatkan tanggal 24 Juli. Harapannya sampai di Bangladesh awal Agustus. Dan bisa digunakan oleh pihak Bangladesh pada Idul Adha," kata Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro, sewaktu meninjau pengangkatan kereta ke kapal di Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (23/7/2019).

Sedangkan waktu total pengiriman dari 250 kereta tersebut, lanjut Budi, dijadwalkan sampai awal 2020. Namun INKA akan berusaha, akhir 2019 pengirimannya akan rampung. 

Kereta tipe MG yang dikirim kali ini, berbeda dengan yang sebelumnya yakni tipe BG. Dimana Untuk tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm sedangkan kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm. Namun masing - masing tipe yang dipesan Bangladesh, akan dirangkai beberapa jenis kereta yakni WJC (kereta tidur AC), WJCC (kereta penumpang AC), WEC (kereta penumpang non-AC), WPC (kereta pembangkit), dan WECDR (kereta makan). 

"Pada Tahun 2019 ini, INKA juga juga akan mengirimkan pesanan berupa 2 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) konfigurasi 3 car ke Philippines National Railway (PNR) dengan kontrak sekitar Rp 480 Milyar. Selain itu dari pihak PNR juga memesan 4 trainset DMU konfigurasi 4 car dan 3 lokomotif serta 15 kereta penumpang dengan total nilai kontrak sekitar Rp 800 milyar," tutup Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: