FILM : JINX

Minggu, 7 Februari 2010 | 19:13 WIB ET

Plesetan Kesialan

JAKARTA, kabarbisnis.com : Kesialan memang menimpa siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Ada anggapan di masyarakat apabila melihat sesuatu yang tabu, sesuatu yang langka, sesuatu yang tak berkenan pasti dikait-kaitan dengan sesuatu kesialan yang pada akhirnya akan tertimpa musibah yang tak diinginkan.

Karena itu, kesialan selalu dihindari siapa saja, selalu membuang dan menghilangkan apa saja yang menyebabkan sial dengan harapan sial bisa terhindari. Kini soal sial dituangkan dalam layar lebar, dengan berbagai penggalan cerita yang menarik, unik dan menggelitik. Karena bukan msalah keseriusan yang ditonjolkan namun menjadi sebuah cerita dark comedian. Sebuah plesetan tentang kesialan.

Film perdana rumah produksi Skylar Picture yang dibawa naungan PT. Mutiara Warna Indonesia yang bersinergi dengan D'color iEntertaiment ini memang munpas sketa kehidupan di masyarakat yang begitu kuat dan melekat.

JINX atau terjemahan dari Bahasa Inggris menjadi pembawa sial, bercerita tentang seorang gadis bernama Shanti (Aurellie Moeremans) yang berniat bunuh diri karena putus asa. Aksi nekad gadis frustasi ini tidak malah mati, namun tindakannya itu justru menyebabkan banyak masalah bagi banyak orang. Kesialan merebak dimana-mana dan menimpa orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dari security hotel yang menolongnya sampai bos mafia besar pun terundung kesialan yang entah darimana datangnya. Bahkan orang-orang yang hanya sempat ditemuinya di jalan pun tak lepas dari kesialan. Dari yang hanya ditolak cutinya, dirampok dijalan, ditipu, bahkan ada yang sampai terenggut nyawanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Apa sebenarnya penyebab semua kesialan itu, siapakah Jinx (Pembawa Sial) yang sebenarnya? Dan kenapa kesialan itu bisa menyebar ke semua orang?

Film ini memang menarik, unik dan enak ditonton, mengingat pemainnya banyak didominasi orang-orang kawakan. Sebut saja Ray Sahetapy yang dipercaya memerankan tokoh pengusaha bernama Adi Pramana, Hengky Sulaiman yang berperan sebagai mertua, Him Damsyik sebagai Anwar Ghozali yang memperistri Mpok Hindun. Juga ada sederet artis cantik, Rebecca Reijman dan DJ. Delizious devina.

"Cukup banyak yang ditawarkan dalam film ini. Dari kisah cinta, kejar-kejaran ala parkour, kejadian lucu hingga perkelahian ala street fighting yang menegangkan. Jadi saya memproduksi sebuah film dari kesenangan semata, hobi ternyata hasilnya memang tak mengecewakan," ucap Sarjono Sutrisno, sang produser.

Selian itu, sambung Sarjono, keterlibatan dalam menggarap film di Indonesia, lantaran rasa prihatin dengan jumlah produksi film tiap tahun yang dirasa sangat kurang jika dibandingkan dengan produksi negara tetangga. Indonesia cuma memproduksi 90 film per tahun, sedangkan di luar negeri mencapai 400 film. Sehingga, ada tantangan untuk memproduksi film nasional yang lebih banyak, lebih berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Selesai dengan Jinx, rumah produksi baru yang didirikan oleh Sarjono Sutrisno tidak berhenti sampai disini, sudah ada beberapa film lagi yang tercatat dalam agenda produksi di tahun yang sama. Diantaranya "Tebus" yang bergenre Thriller, "Life Is .." (Drama), "Domino" (Dark Comedy), dan "7 Hours" sebuah film action. Kbc10

Jenis Film : Dark Comedy

Produser : Sarjono Sutrisno

Produksi : Skylar Picture

Pemain : Aurellie Moeremans, Ferdy, Ray Sahetaphy, Yurike Prastika, Him Damsyik, Hengky Solaiman.Tatang Gepeng

Fairly, Adam Jackson

Sutradara : Muhammad Yusuf

Penulis : Jazzy Mu

Durasi : 100 menit

Bagikan artikel ini: