Pebisnis hotel ogah berbagi beban penurunan harga tiket pesawat, ini alasannya

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus berupaya mencari cara untuk menyediakan tiket pesawat murah bagi masyarakat. Tak hanya itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata juga mengimbau pihak yang berkaitan dengan industri pariwisata untuk ikut menanggung beban penurunan harga tiket pesawat.

Terkait hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani menegaskan keberatan jika industri pariwisata ikut terlibat dalam menurunkan tarif tiket pesawat. Sebab, sejak harga tiket pesawat melambung industri pariwisata sudah tertekan.

Akibatnya, tingkat keterisian (okupansi) hotel di berbagai daerah mengalami dampak penurunan yang signifikan. Mau tidak mau, kata dia, pelaku usaha perhotelan harus menurunkan harga sewa kamar untuk menarik pelanggan.

"Tanpa diminta, kami sudah turunkan harga. Di lapangan sudah terjadi sejak lama. Itu kita lakukan untuk tingkatkan okupansi," ujar Hariyadi di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Hariyadi menekankan, daripada membebani sektor lain yang sudah menderita, dia mendesak pemerintah untuk bertindak serius membenahi industri penerbangan yang dianggap sudah sangat tidak sehat.

Dia menilai, persoalan utama yang seharusnya menjadi fokus pemerintah adalah menyudahi praktik kartel harga tiket pesawat oleh dua perusahaan besar di sektor penerbangan.

"Kalau melihat kondisi sekarang, kita khawatir ke depan akan lebih buruk. Tidak ada persaingan di industri penerbangan kita. Sebanyak 97 persen penerbangan dikuasai Garuda dan Lion beserta anak usaha mereka. Ini yang membuat harga menjadi tinggi," jelas dia.

Sebelumnya, Haryadi menyarankan pemerintah dapat membuka keran persaingan usaha pada industri penerbangan udara. Ini dilakukan selain untuk menekan harga tiket pesawat, juga memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat.

Dia menilai ada salah satu maskapai asing yang cukup potensial untuk bersaing dengan 2 kelompok besar tersebut. Hanya saja, beberapa rute penerbangan yang diberikan terhadap maskapai itu masih sangat minim. Padahal, dari segi harga bisa bersaing.

"Salah satu calon adalah AirAsia. Penerbangan sebenarnya adalah persaingan sempurna. Karena itu sudah terukur semua. Harga pesawat berapa, tiket berapa," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: