BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo imbau kontraktor daftarkan proyeknya usai menang tender

Rabu, 24 Juli 2019 | 13:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo kembali mengingatkan kepada seluruh perusahaan konstruksi atau pemilik proyek untuk segera mendaftarkan proyeknya usai menangi tender. Hal ini guna meminimalisir tingkat kehilangan atau "losses" klaim yang seharusnya didapatkan pekerjanya saat terjadi kecelakaan kerja atau kematian.

"Yang harus didaftarkan itu tidak hanya perusahaannya, tetapi proyeknya juga agar karyawan yang bekerja di proyek tersebut terlindungi. Dan bayarnya pun cuma sekali, saat daftar di awal saja sesuai nilai proyek yang dimenangkan," ujar Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko saat acara "Sosialisasi manfaat program dan tata cara klaim BPJS Ketenagakerjaan sektor jasa konstruksi" di Surabaya, Rabu (24/7/2019)

Selama ini, banyak perusahaan konstruksi  pemenang proyek yang enggan mendaftarkan proyeknya dalam program BPJS Ketenagakerjaan di awal. Mereka justru baru mendaftarkan proyeknya saat akan melakukan pencairan anggaran. Akibatnya, ketika terjadi kecelakaan kerja atau kematian di awal pengerjaan proyek, maka BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa memberikan santunan.

"Sering kami dinilai mau menerima iurannya tetapi tidak mau memberikan santunan. Padahal hal tersebut terjadi karena proyek tidak didaftarkan. Bagaimana bisa kami mencairkan santunan ketika proyek belum didaftarkan," ungkapnya. 

Untuk itu, ia mengimbau agar pemenang proyek segera mendaftarkan agar BPJS Ketenagakerjaan bisa memberikan santunan saat terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Lebih lanjut, Guguk mengatakan bahwa pelaksanaan konstruksi di Indonesia telah berkembang dengan pesat di berbagai sektor pembangunan.  Untuk itu kegiatan-kegiatan pembangunan nasional, maupun swasta tersebut haruslah didukung dengan maksimal, termasuk dalam pemberian perlindungan bagi pekerja. Apalagi pekerjaan konstruksi adalah salah satu pekerjaan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan kerja. 

"Pendaftaran proyek yang dikerjakan oleh kontraktor ke BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib, sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat  1 Permenaker 44 tahun 2015 bahwa Setiap Pemberi Kerja Jasa Konstruksi wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya. 

Hal ini bertujuan agar pembiayaan pengobatan, perawatan, serta santunan bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan jika pekerja di proyek mengalami resiko kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia selama proyek berlangsung.

"Selain itu proses dan tata cara klaim sangatlah penting dipahami oleh kontraktor agar proses klaim tidak mengalami kendala sehingga perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang komprehensif bagi para pekerja bisa tercapai. Pelaporan adanya kecelakaan kerja juga harus secepat mungkin agar pelayanan dan penanganan perawatan pengobatan dapat berjalan lancar," tambahnya.

Sampai periode 23 Juli 2019, jumlah proyek yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo sebanyak 711 proyek yang sebagian besar adalah proyek pemerintah (APBD dan APBN). kbc6

Bagikan artikel ini: