Intiland Development incar recurring income tumbuh 10 persen

Kamis, 25 Juli 2019 | 06:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah masih belum membaiknya pasar, pendapatan berulang atau recurring income menjadi salah satu andalan pendapatan bagi pengembang properti.

PT Intiland Development Tbk (DILD) misalnya, memprediksi bahwa di tahun 2019 ini pendapatan berulang bakal tumbuh sekitar 5-10 persen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD, Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa ada kenaikan pendapatan berulang dari kenaikan okupansi South Quarter Office. “Kira-kira terhadap total pendapatan 2019 bakal 20% kontribusinya,” katanya, Rabu (24/7/2019).

Selain adanya kenaikan okupansi, Archied mengatakan bahwa kenaikan pendapatan berulang berasal dari kenaikan harga berdasar kontrak sewa. Ia juga menambahkan, kenaikan itu belum bisa dihitung pada semester I-2019.

Akan tetapi di akhir tahun, bisa dipastikan karena pendapatan berulang bersifat kontrak, hanya saja belum bisa diakui tanpa melewati masa waktu sewa itu sendiri.

Archied sebelumnya memastikan akan ada kenaikan pendapatan dibandingkan tahun 2018 walaupun akan kehilangan beberapa momen karena Pilpres. Tahun ini perusahaan disebutnya akan lebih konservatif dalam memasang angka.

Pada tahun 2018, DILD mencatat pendapatan sebesar Rp 2,55 triliun. Adapun laba bersih DILD di tahun 2018 sebesar Rp 203,67 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: