Kinerja terus menurun, Nissan bakal PHK 12.500 karyawan

Kamis, 25 Juli 2019 | 18:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Nissan Motor Co memastikan berencana memangkas 12.500 karyawan mereka hingga tahun 2022 mendatang. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut akan diterapkan kepada seluruh karyawan di wilayah operasional perusahaan di dunia.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/7/2019), langkah itu dilakukan demi memangkas produksi dan mengendalikan biaya operasional. Hal itu dilakukan seiring dengan lesunya penjualan otomotif. Di sisi lain, biaya produksi meningkat. 

Tak heran, produsen mobil nomor dua di Jepang tersebut membukukan penurunan laba hingga 98,5 persen pada kuartal pertama tahun ini menjadi 1,6 miliar yen atau setara US$14,80 juta. 

Penurunan laba terjadi sejalan dengan perjuangan perusahaan di wilayah operasinya di Amerika Utara, karena persaingan harga kendaraan bermotor dan sengitnya kompetisi penjualan. 

Nissan memperluas rencana PHK dari semula 10 ribu karyawan, sebelum rilis kinerja keuangan perusahaan pada awal pekan ini dan 4.800 karyawan pada Mei lalu. 

Diketahui, perusahaan mempekerjakan sekitar 139 ribu karyawan di seluruh negara operasionalnya. 

Dikabarkan, penjualan Nissan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa tergerus. Kondisi belum juga pulih ketika Carlos Ghosn, mantan bos perusahaan ditangkap atas tuduhan kejahatan keuangan. 

Perusahaan semakin terpuruk menghadapi ketegangan dengan Renault, mitranya dari Prancis. Padahal, Renault memiliki 43 persen saham perusahaan otomotif pabrikan Jepang tersebut dan tengah menjalani perombakan untuk memperkuat organisasi setelah skandal Ghosn. kbc10

Bagikan artikel ini: