APPRI bantah kirim surat komplain ke YouTube

Jum'at, 26 Juli 2019 | 07:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Asosiasi Penyalur dan Pengusaha Rekaman Indonesia (APPRI) membantah jika pernah mengirimkan surat komplain kepada YouTube. APPRI memastikan jika ada surat komplain, itu diluar koordinasi APPRI secara kelembagaan.

''Saya pasti tahu kalau ada komplain atas nama APRI. Kami di APPRI secara kelembagaan tidak pernah mengajukan surat komplain ke YouTube ataupun ke perusahaan agregator. Itu urusan perusahaan label (milik anggota APPRI) masing-masing,'' kata Ketua Bidang Royalti APPRI Ahmad Widi di Pasuruan, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Abdul Ghoffar, pemilik label Manfaat Record di Lumajang yang juga Ketua Umum APPRI dan manajemen Menara Record mengajukan surat komplain ke YouTube terkait perusahaan agregator PT YesMusik Eradigital Sejati.

Namun menurut Widi, itu merupakan sikap pribadi Ghoffar dan Menara Record dan bukan sikap resmi APPRI sebagai kelembagaan. Karena, APPRI tidak pernah secara khusus membuat surat komplain yang ditujukan kepada YouTube terkait perusahaan agregator konten.

Sayangnya, saat dikonfirmasi media, Ghoffar enggan melayani wawancara.

Mantan Ketua Umum APPRI yang kini menjabat Ketua Umum Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), Asmuni Abdu mengaku baru tahu ada surat komplain Ghoffar dan Menara Record yang disebut-sebut mengatasnamakan APPRI, ke YouTube.

Menurut dia, belum ada rapat resmi di APPRI membahas soal komplain tidak terbayarnya royalti dari YouTube. 

Sementara itu, CEO MusicYES (PT Yesmusik Eradigital Sejati) Riccardo Mazzoni menyatakan akan melaporkan Ghoffar Record dengan laporan dugaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Karena laporan Ghoffar ke YouTube tidak berdasar dan fitnah. 

“Saudara Ghoffar harus menjelaskan atas dasar apa dia membuat complain yang mengatasnamakan ribuan perusahaan label di Jawa Timur dan menggunakan organisasi APPRI,” ujarnya. 

Dia mengaku banyak sekali komplain hak cipta yang diterima MusicYes terkait konten musik milik perusahaan Ghoffar dan Menara Record. Oleh karena itu, perusahaan agregator konten ini memutus kerjasamanya dengan Ghoffar dan Menara Record. “Konten-konten meraka sangat berisiko mengganggu sistem YouTube saya,” katanya.

Menurut dia, perusahaan label yang tidak memiliki masalah dengan kontennya telah dibayarkan royaltinya secara rutin tanpa kurang sedikitpun. “MusicYes memiliki bukti pembayaran hak royalty yang dikirimkan ke perusahaan label pemilik konten,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: