Di Pujasera Bisnis, 4 tokoh pengusaha beberkan tips peluang dan pengembangan bisnis

Minggu, 28 Juli 2019 | 14:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pujasera Bisnis 2019, ajang untuk sharing dan belajar bisnis, konsultasi dengan para pakar dan praktisi yang diselenggarakan Connectpedia, mendapat antusiasme dari para peserta pada Jumat (25/7/2019) di Garden Palace Hotel Surabaya.

Selain menghadirkan sejumlah narasumber dari perusahaan bonafit, ajang ini juga sebagai sarana belajar bisnis.

Beberapa sharing dan belajar bisnis yang ada ialah family business strategy, HR strategy, digital & IT transformation strategy, marketing & branding strategy, finance & cashflow strategy, dan organization development strategy. Acara dengan tema "Impactful Collaboration" ini digelar selama 4 hari, 6 sesi, 18 narasumber, 30 konsultan, dan 600 peserta.

Sejumlah narasumber itu meliputi Joseph Lukito Utojohardjo (Direktur Sales & Marketing Tanrise Property), Darman Tedja (founder PT Diparanu Rucitra), Trijayanti Darmadji (owner minyak angin Safecare/Managing Director PT. Surabaya Indah Permai & PT Global Success Chain), Lanny Juniarti (Founder & President Director MIRACLE Aesthetic Clinic), Stephen Walla (Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya).

Ada pula Made Swasthika (VP Human Capital Jawa Pos Group), Gancar Premananto (Ekonom Unair), Ario Bayu (Director of Zero One), Anita Dwi Kurnia Widya (Head of Human Capital Division PT Intiland Grande), Hadi Wijaya (Founder of Amega Development), Jonathan Handoko (Founder of Mypoly Indonesia), Tjiam Kian Lim (Director-Corporate Audit, Risk Management and Internal Control PT Kapal Api Global), Chris Susanto (Executive President of AMA Surabaya), Galatia Chandra (General Manager, Head of Strategic Management System Business Strategist, Kalbe International Pte, LTD).

Juga ada Perry Angglishartono (Product Group PT Jamu Iboe Jaya/Ketua AMA Surabaya), Ronald Walla (Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur, Tbk), Yantje Wongso (Founder & CEO PT Biru Semesta Abadi/Franchise Depo Air Minum Biru). Moderatornya ialah Adi W Suteja (Founder Domus Property), serta dimotori oleh Sandi Wahyudi (Founder Connectpedia dan pakar dan praktisi marketing dan inovasi), Marvin Adi Santoso (Co Founder Connectpedia), dan William R Handoyo.

Sebagai keynote speaker ialah Dr Ir Jamhadi, MBA, Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya sekaligus Tim Ahli KADIN Jawa Timur. Para undangan lainnya yang hadir ialah Muhammad Luthfy (Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/HIPMI BPC Surabaya), Ricky C Bastian (Ketua Junior Chamber International/JCI Chapter Surabaya), dan lainnya.

Melalui sambutannya, Jamhadi menyampaikan bahwa Kota Surabaya harus mempunyai trigger ekonomi baru. Salah satunya ialah Pujasera Bisnis atau sharing dan belajar bisnis yang diselenggarakan Connectpedia.

"Pujasera Bisnis ini mampu menyemangati dunia usaha, mulai anak sekolah, pasca sekolah, dan umum. Di era disrupsi ini, bisnis tidak bisa sendiri tapi harus kolaborasi," ujar Jamhadi.

Jamhadi melanjutkan, di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya banyak peluang bisnis yang bisa dioptimalkan. Jamhadi mengutip data, ada 5 sektor usaha yang terus tumbuh melesat di Kota Surabaya. Diantaranya sektor makanan dan minuman (mamin), fashion, Information and Communication Technologies (ICT), kerajinan, dan farmasi.

"Sektor mamin tumbuh 9%, jauh dari ekonomi Jawa Timur 5,1%, lalu belanja ICT sebesar Rp 31 triliun, dan farmasi yang permintaannya banyak. Dengan kenali potensi Jatim dan Surabaya, bisa memetakan sekiranya dari sektor mana yang bisa dioptimalkan untuk berbisnis," kata Jamhadi.

Besarnya potensi berbisnis di Jawa Timur atau Surabaya ini membuat ketertarikan investor masuk. Di Jawa Timur, dari 38 FDI (foreign direct investment), sebanyak 15 FDI terdapat di Surabaya. Lainnya tersebar di beberapa kawasan industri di Jawa Timur.

"Bicara Jawa Timur dan Surabaya ialah bicara peluang dan pengembangan. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 39 juta, itu butuh makanan dan minuman, pakaian, perhiasan, hiburan, dan obat-obatan atau farmasi. Alat pendukungnya ialah ICT dan infrastruktur," kata Jamhadi.

Bagikan artikel ini: