Wom Finance bidik pertumbuhan pembiayaan 10% di Jatim, Bali dan Nusra

Minggu, 28 Juli 2019 | 20:24 WIB ET
Manajemen Wom Finance saat mengajak anak panti asuhan di Surabaya melakukan nonton bareng film The Lion King di Tunjungan Plaza Surabaya.
Manajemen Wom Finance saat mengajak anak panti asuhan di Surabaya melakukan nonton bareng film The Lion King di Tunjungan Plaza Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance memprediksi bisnis pembiayaan di semester II tahun 2019 ini akan lebih bergairah dibanding semester I lalu. Pada kuartal I-2019 lalu, pembiayaan perseroan mengalami penurunan seiring lesunya perekonomian serta menjelang digelarnya Pemilu 2019.

Business Unit Head WOM Finance Regional Jatim, Bali, Nusa Tenggara (Nusra), Andriansyah Gumay mengatakan, secara umum pembiayaan Wom Finance di wilayahnya sepanjang semester I-2019 masih belum sesuai target, karena praktis selama empat bulan pertama tahun 2019 melambat.

"Kami beruntung mulai pertengahan April hingga Juni atau Lebaran pembiayaan mulai bergairah, karena memang menjelang puasa dan Lebaran, dilanjut dengan masa tahun ajaran baru adalah peak season kita," katanya di sela Nonton Bareng Wom Finance bersama anak-anak panti asuhan di Surabaya, Minggu (28/7/2019).

Andriansyah bilang, jika melihat kondisi perekonomian secara makro di semester II ini, pihaknya optimistis akan bangkit bahkan mampu menutupi penurunan kucuran pembiayaan di semester I. Bukan saja terhadap pembiayaan multiguna namun juga otomotif.

"Kami menargetkan hingga akhir tahun ini pembiayaan kami bisa tumbuh 10 persen, atau secara nilai mencapai Rp 500 miliar sampai dengan Rp 600 miliar atau dengan target laba sebesar Rp 45 miliar di wilayah Jatim, Bali dan Nusra," ujarnya.

Untuk menggapai target tersebut, Andriansyah menyebut, ada beberapa strategi yang dilakukannya, diantaranya dengan menggenjot pembiayaan multiguna yang memang lebih fleksibel untuk segala kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga lebih gencar melakukan jemput bola ke masyarakat, baik melalui konsep telemarketing dan memperbanyak jaringan di daerah, juga melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan.

"Saat ini komposisi pembiayaan kami sekitar 55 persen masih sektor otomotif, dan 45 persen multiguna. Makanya kami akan terus menggenjot pembiayaan multiguna ini," ulas Andriansyah didampingi Audi Pramadita Putra, Deputy Business Unit Head Wom Finance Regional Jatim, Bali, Nusra.

Pihaknya juga menilai bahwa potensi nasabah loyal masih cukup besar. Oleh karena itu, layanan yang dilakukan terhadap mereka akan terus ditingkatkan. Buktinya, sekitar 40 persen selama ini nasabah selalu melakukan pengajuan kembali (repeat order). "Kita berupaya jumlah nasabah repeat order ini bisa naik menjadi 60-70 persen," ujarnya.

Terkait suku bunga pembiayaan, Andriansyah menyebut saat ini masih relatif stabil dan kompetitif. Sebagai contoh, untuk pembiayaan otomotif, suku bunga yang dipatok di kisaran 0,9 persen per bulan atau masih di bawah 12 persen per tahun. kbc7

Bagikan artikel ini: