Cadangan batu bara RI cukup sampai 80 tahun ke depan

Senin, 29 Juli 2019 | 07:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia memiliki cadangan batu bara yang bisa diproduksi sampai tahun 2100 alias tinggal 80 tahunan lagi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, produksi batu bara Indonesia masih ada dalam batas aman hingga tahun 2100.

Asalkan sebut dia, tingkat produksi tahunan bisa terjaga di angka 400-an juta hingga 500-an juta ton. "Itu tergantung kontrol produksinya. Kalau 400-500 juta, ya sampai tahun 2100 masih oke," ujarnya akhir pekan lalu.

Menurut Bambang, ada sejumlah pertimbangan dalam menentukan kuota produksi batu bara setiap tahunnya. Mulai dari kapasitas produksi perusahaan hingga kondisi pasar.

Menurut dia, selama ini pihaknya cukup kerepotan untuk mempertahankan realisasi produksi batu bara di kisaran 500-an juta ton. Hal itu lantaran jumlah pemegang izin produksi batubara yang terus bertambah.

"IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang diterbitkan daerah yang sudah berproduksi sudah 1.151. Daerah itu memproduksi besar juga sekarang," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, stakeholders batu bara perlu didorong untuk terus melakukan eksplorasi. Tujuannya, agar cadangan batu bara bisa terus bertambah.

Pasalnya, cadangan terbukti batu bara Indonesia baru mencapai 39,83 miliar ton pada Desember tahun lalu. "Namun meningkat karena ada perpindahan dan peningkatan eksplorasi," ujarnya.

Namun hingga kini eksplorasi pertambangan di Indonesia masih tergolong minim.

Kementerian ESDM mencatat, investasi yang dibelanjakan untuk eksplorasi tambang mineral dan batu bara pada tahun ini hanya sebesar US$274 juta.

Jumlah itu setara dengan 4 persen dari total investasi di sektor minerba yang pada tahun 2019 ditargetkan mencapai US$6,17 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: