Kesalahan sistem, Bank Mandiri klaim 90 persen uang nasabah sudah kembali

Senin, 29 Juli 2019 | 15:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) mencatat akibat kesalahan sistem teknologi informasi yang terjadi pada Sabtu (20/7/2019) lalu menyebabkan perubahan saldo pada 1,5 juta rekening nasabah dari total 20 juta nasabah yang dimiliki perseroan.

Hingga kini, masih ada nasabah yang belum mengembalikan kelebihan saldonya akibat kesalahan sistem tersebut. Dari jumlah itu, diketahui sebanyak 90 persen di antaranya telah mengembalikan kelebihan saldo. Sementara itu, sekitar 5 hingga 10 persen sisanya masih dalam proses. 

Direktur Bisnis Jaringan Heri Gunardi menjelaskan ada nasabah yang saldonya berkurang dan ada pula yang bertambah. Perseroan sendiri telah memblokir sekitar 2.600 rekening nasabah yang melakukan penarikan atas tambahan saldo yang diterima. Manajemen lantas melakukan langkah persuasif agar nasabah terkait mengembalikan kelebihan dana tersebut. 

"Jumlah (kelebihan saldo yang belum kembali) barang kali di bawah Rp10 miliar," ujar Heri di kantor Ombudsman, Senin (29/7/2019).

Menurut dia, bank tidak bisa memaksa nasabah untuk mengembalikan kelebihan saldo yang sudah ditarik oleh nasabah. Dalam hal ini, bank tidak bisa secara otomatis memotong saldo nasabah. 

Namun, ia yakin, nasabah pada akhirnya akan mengembalikan kelebihan saldonya mengingat hubungan yang sudah terjalin lama antara bank dan nasabah. 

Sementara itu, bagi nasabah yang catatan saldonya berkurang, Heri menjamin uang yang disimpan masih aman. Saat ini, penanganan kasus error data nasabah sudah selesai dan dipastikan semua nasabah tak merugi karena saldonya dikembalikan ke kondisi semula.

Dalam rangka layanan pemulihan, bank berlogo pita emas ini juga membagikan uang elektronik senilai Rp100 ribu bagi nasabah yang telah menyampaikan keluhannya ke kantor cabang. 

Akibat kesalahan sistem itu, perseroan menerima lebih dari 3.300 keluhan. Selain itu, bagi nasabah yang menyampaikan komplain via elektronik, perseroan juga memberikan voucher elektronik. 

Ke depan, perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi perbankan ke depan mengingat tingginya potensi ancaman dari para peretas yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan penerapan back up system yang berlapis, yaitu penambahan mekanisme pemeriksaan ulang secara manual. kbc10

Bagikan artikel ini: