Pre FS kereta semi cepat Jakarta-Surabaya rampung akhir 2020

Jum'at, 2 Agustus 2019 | 18:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pembangunan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya sudah memasuki tahap Pre Feasibility Study (Pre FS) oleh Jepang.Diharapkan proses itu dapat dituntaskan pada akhir 2020 sehingga proses konstruksi dapat dimulai tahun berikutnya atau di 2021.

"Sekarang sedang dilakukan pre-FS. Sudah keluar spesifikasinya, sepakat Jepang menggunakan kereta diesel elektrik motor unit. Rel 1076 nero gauge. Di beberapa tempat, sepanjang 56 km elevated, dengan slap on pile seperti di bandara Solo. Kita akan perbaiki pelintasan sebidang di sepanjang itu, sebanyak 1992 pelintasan sebidang," ujar Dirjen Perkeretaapian Zulfikri di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Zulfikri mengungkapkan sejatinya proyek pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya hanyalah proyek restrukturisasi jalur yang sudah ada, agar kapasitas dan kecepatan lintas kereta bisa lebih ditingkatkan. Kendati demikian, dengan pertimbangan efisiensi maka pada akhirnya diputuskan untuk membangun jalur baru, dengan peningkatan standar keamanan, sehingga kecepatan kereta dapat ditingkatkan menjadi 160 km/jam dari yang saat ini maksimal hanya 90 km/jam.

"Yang akan dibangun ini sebenarnya hanya merevitalisasi jalur double track yang sekarang kapasitasnya hanya 90 km/jam. Dalam perkembangannya ada hitungan efisiensi. Sementara dalam prosesnya operasional kereta tidak boleh berhenti. Makanya harus buat dulu temporary track. Tapi kan sama saja bangun track baru juga. Makanya kita mau bangun jalur khusus. Jakarta-Surabaya waktunya 5,5 jam. Maksimal kecepatan 160 km/jam," jelasnya.

Zulfikri menambahkan sebagai tahap awal, jalur yang akan dibangun adalah jalur Jakarta-Semarang. Kemudian untuk tahap berikutnya yaitu Semarang-Surabaya. "Investasinya belum sepakat. Kita tetap minta industri lokal INKA bisa masuk. Kemampuan kontraktor lokal kita dimaksimalkan, juga lokal konten kita," tuturnya.

Meski begitu, Zulfikri memastikan proyek ini dapat  saja dibatalkan jika hasil FS menemukan  proyek itu tidak efisien dari sisi anggaran. "Mei 2020 akan diputuskan lagi sama pemerintah, lanjut apa enggak. harusnya pasti dibangun, tapi komitmennya seperti apa?" pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: