Indef sebut unicorn RI berpotensi dikuasai asing, ini alasannya

Senin, 5 Agustus 2019 | 07:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisis.com: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi, cepat atau lambat startup lokal atau unicorn RI akan dikuasai asing. Hal ini jika pemerintah RI tidak segera bertindak tepat dan cepat.

Peneliti Indef, Aryo Dharma Pala mengatakan, fenomena perkembangan startup di Indonesia tidak direspons tepat oleh pemerintah. Akibatnya, banyak platform e-commerce didominasi oleh barang impor.

"Ironisnya, startup lokal yang dibanggakan oleh pemerintah, nyatanya mayoritas sahamnya sudah dimiliki asing. Sekalipun masih ada yang didominasi oleh investor dalam negeri, namun saya yakin cepat atau lambat akan dikuasai oleh investor asing," tuturnya Minggu (4/8/2019).

Aryo menilai, ada sejumlah alasan mengapa pada akhirnya saham startup lokal didominasi oleh asing.

"Mengapa saham startup lokal banyak dimiliki oleh asing? Selain aspek market-size yang besar, juga disebabkan oleh sumber pembiayaan investasi pada startup berasal dari venture capital (bukan sumber pembiayaan konvensional, seperti bank). Sedangkan venture capital belum berkembang pesat di Indonesia. Sehingga banyak startup lokal mendapatkan pembiayaan dari asing," paparnya.

Oleh karena itu, dalam merespons kepemilikan asing di startup, pemerintah dan otoritas menurutnya perlu mendorong perusahaan venture capital dalam negeri agar berkembang sehingga dapat mendukung investasi startup lokal.

Di sisi lain, menurutnya pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada startup/swasta yang melakukan aktivitas pengumpulan data untuk melakukan riset dengan lembaga riset nasional/perguruan tinggi dengan menggunakan data yang mereka ambil.

"Hal ini yang terjadi di negara maju seperti di Inggris. Sehingga data yang dikumpulkan oleh startup/swasta tidak disalahgunakan dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dunia riset dan inovasi," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: