Pacu desain produk IKM berdaya saing, Kemenperin gelar IGDS 2019

Senin, 5 Agustus 2019 | 10:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian aktif memacu daya saing lndustrl kecll dan menengah (IKM) nasional agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global, salah satunya dengan terus meningkatkan inovasi dan kreasi desain produknya 

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mewujudkannya dengan melaksanakan salah satu program utama Direktorat Jenderal Industrl Kecil, Menengah dan Aneka pada tahun 2019, Penghargaan Bagi Desainer dan Perusahaan/Industri melalui penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019. 

”Program ini merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Perindustrian dalam bidang desain industri / desain produk kepada para desainer dan perusahaan/industri yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional, dan juga sebagai upaya meningkatkan apresiasi desain dan kepercayaan terhadap kualitas produk lndonesia."Kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gati Wlbawaningsih di acara Sosialisasi IGDS 2019 di Surabaya, Jumat, (2/8). 

Gati menjelaskan, salah satu faktor penentu daya saing suatu produk adalah inovasi dan kreativitas yang dapat diwujudkan dalam suatu desain. Desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi. 

”Dengan desain yang kreatif dan inovatif, suatu produk akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di mata konsumen. Selain itu, industri atau praktisi dituntut untuk menciptakan desain suatu produk yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan selera konsumen namun juga diharapkan mampu menjadi trendsetter atau penggerak selera pasar."ungkapnya. 

Gati menyampaikan, Untuk dapat meningkatkan daya saing produk-produk industri nasional utamanya di bidang desain maka dibutuhkan kolaborasi antara industri dengan komunitas desainer. IGDS 2019 tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, tapi juga jadi gerakan yang dapat meningkatkan citra positif bangsa melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik. “Gelaran IGDS 2019 ini dapat mengangkat kemampuan dan potensi yang ada di Indonesia, baik itu seni dan budayanya maupun kompetensi sumber daya manusianya.”tambahnya. 

Penyelenggaraan IGDS telah dilaksanakan sejak tahun 2001 melalui lembaga independen di bawah lingkungan Kementerian Perindustrian yang saat itu masih bernama Depperindag, yaitu Pusat Desain Nasional, dan sejak tahun 2008 penyelenggaran IGDS dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal IKMA. 

“IGDS 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-16 kali. Hal ini menjadikan IGDS sebagai bentuk penghargaan dalam bidang desain industri/desain produk nasional tertua dan terbesar di lndonesia.”ungkap Gati. 

Pada ajang IGDS 2019, ada 4 jenis penghargaan yaitu Best 20 yang diberikan kepada 20 produk terbaik, penghargaan People’s Choice diberikan kepada 1 produk yang dipilih secara online, Ialu ada Penghargaan Best 3 yang diberikan kepada 3 produk terbaik. 

Terakhir, penghargaan Grand Award sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada 1 produk terbaik. 

"Dalam 4 jenis penghargaan tersebut terdiri dari 6 kategori yaitu, produk furnitur dan home décor, produk industri kriya, produk perhiasan dan aksesoris fesyen, kemasan inovatif, alas kaki dan apparel, serta perlengkapan kantof’jelas Gati. 

Dalam penyelenggaraannya, IGDS 2019 dimulai dengan Open Call tanggal 23 Juli 2019 hingga 15 September 2019 dan malam penganugerahan pada tanggal 18 Oktober 2019 di Jakarta, Sebanyak 4 finalis akan melakukan presentasi final di depan tim juri untuk menentukan Best 3 dan Pemenang Grand Award. 

”Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang Best 3 dan Grand Award, kami menyediakan hadiah uang tunai dan international trip yang dapat berupa workshop atau pameran di Iuar negeri.”ungkap Gati 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Gati menyampaikan, dalam menjawab permasalahan IKM terkait kemasan, Direktorat Jenderal IKMA pada tahun 2003 membentuk suatu unit Iayanan publik yaitu Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek yang memfasilitasi pengusaha IKM meningkatkan mutu kemasan produk nya dengan memberikan layanan bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan bagi produk IKM pangan dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk IKM

''Sampai tahun 2018, Direktorat Jenderal industri kecil,  menengah dan aneka telah memfasilitasi 7565 desaian kemasan,  8110 desaian merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 411 IKM, '' tambahnya. kbc5

Bagikan artikel ini: