Di pameran franchise, Irawan Amanko paparkan keunggulan klub fitnes ReFIT

Senin, 5 Agustus 2019 | 15:52 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di edisi pameran IFBC (Info Franchise & Business Concept) yang dihelat di The Square Ballroom Surabaya pada 2 – 4 Agustus 2019, pihak panitia pameran berkolaborasi dengan HIPMI Surabaya menyelenggarakan talk show dengan tema “Tetap Berpenghasilan di Masa Purnabakti”.

Talk show ini menghadirkan narasumber Irawan Amanko, selaku CEO ReFIT Indonesia. Irawan adalah pelaku bisnis di industri fitness dengan pengalaman lebih dari tiga belas tahun. Dimulai dengan bekerja di perusahaan Big Box gym brand luar negeri di Indonesia sebagai Senior General Manager, dilanjutkan beberapa tahun kemudian juga menjadi konsultan bisnis sejumlah club fitness di Indonesia. Dan tiga tahun terakhir ini bersama beberapa partner bisnisnya mengembangkan brand club fitness dengan nama ReFIT. ReFIT Club adalah pelopor klub fitnes dengan konsep affordable/budget gym di Indonesia.

Irawan menyampaikan pentingnya para peserta mempersiapkan masa pensiun yang produktif dan direncanakan dengan matang. Karena belajar dari pengalaman yang ada masa pensiun kadang tidak disiapkan secara terencana terutama dari sisi penghasilan/finansial. 

Dan salah satu persiapan dari sisi finansial tersebut, memiliki bisnis secara kemitraan adalah salah satu solusi tepat untuk tetap dapat berpenghasilan secara baik. 

Pada kesempatan ini pula Irawan berbagi pengalaman tentang perkembangan bisnis ReFIT. Inti dari bisnis ReFIT adalah menghadirkan klub fitnes yang dari sisi harga keanggotaan lebih terjangkau untuk segmentasi kelas menengah dengan tetap memperhatikan layanan yang profesional dan fasilitas yang lengkap.

Dari sisi strategi bisnis disampaikan juga ReFIT dikembangkan secara kemitraan dan saat ini sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang dan Sidoarjo. Konsep kemitraan ini juga dipilih guna memberikan kesempatan para investor yang berminat mengeluti bisnis di industri fitness namun masih memiliki keterbatasan dari sisi pengalaman pengelolaannya. Melalui kemitraan di harapkan ada transformasi pengalaman dan juga menjadi pilihan bisnis para pengusaha Indonesia.  kbc9

Bagikan artikel ini: