1.250 UMKM di Jatim ditarget masuk dunia daring

Senin, 5 Agustus 2019 | 23:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan, ada sekitar 1.250 pelaku UMKM baru yang bisa masuk dan berlaga di dunia daring sepanjang tahun ini. Untuk itu, Pemprov Jatim berupaya melakukan sosialisasi dan pembekalan agar mereka yakin mampu bertarung di pasar online atau daring, salah satunya  pada event Pameran Koperasi dan UMKM Jatim 2019.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Ahmad Basuki mengatakan bahwa pasar daring adalah sebuah keniscayaan bagi UMKM jika ingin maju dan berkembang. Untuk itu, pada pada Pameran Koperasi dan UMKM ke-7 ini mereka berkolaborasi dengan pelaku e commerce, diantaranya shopee dan Gojek serta  pebisnis milenial, yaitu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jatim.

"Pameran ini juga untuk mendorong pencapaian target Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jatim untuk bisa memasukkan sebanyak 1.250 pelaku UMKM baru di dunia daring," tegas Basuki di Surabaya, Senin (5/8/2019).

Saat ini, ujarnya, total UMKM Jatim yang telah masuk daring mencapai 5.000 UMKM. Jumlah tersebut hanya sebesar 30 persen dari total jumlah UMKM di seluruh Jatim. 

"Untuk itu, pada pameran kali ini kami juga menggandeng  pelaku e commerce seperti shopee, Gojek dan HIPMI Jatim. Mereka nanti akan berikan pelatihan gratis bagi para UMKM agar siap bersaing, apalagi saat ini masuk industri 4.0," tambahnya.

Sementara itu, total peserta pameran tahun ini ditarget mencapai 282, meningkat dari tahun lalu yang hanya sekitar  212 peserta. Pameran tersebut juga ditujukan agar kemandirian mendorong omzet dan menciptakan UMKM yang melek IT, hal ini terlihat dari indikator kinerja pemerintah Provinsi Jatim.

Pameran yang digelar selama sepekan yakni tanggal 7-11 Agustus 2019 di Pusat Perbelanjaan Grand City Surabaya menargetkan transaksi Rp6 miliar dan 35 ribu pengunjung. Target tersebut naik dibanding tahun 2018 yang menghasilkan transaksi sekitar Rp4 miliar dengan jumlah pengunjung tercatat 32 ribu orang selama pameran.

"Tahun kemarin 32 ribu lebih dan sekarang kami menargetkan 35 ribu lebih selama pameran berlangsung, karena untuk tahun ini juga didukung marketplace yang diharapkan menjadi pendorong jumlah pengunjung dan nilai transaksi," katanya.

Tim Pelaksana HIPMI Createpreneur Abdul Ghofur mengatakan, HIPMI Jatim terus berupaya menjalin sinergi dengan banyak pihak guna meningkatkan kinerja UMKM Jatim. Saat ini, HIPMI Jatim memiliki program HIPMI Createpreneur.

"“HIPMI Createpreneur ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan dan kreativitas anggota HIPMI se-Jawa Timur. Kami benar-benar berfokus untuk berpameran dan memperkenalkan produk, bukan mengejar angka penjualan,” ujar.

Sehingga, untuk pameran HIPMI Createpreneur ini lebih mengarah ke model business-to-business, tidak kami anjurkan untuk bertransaksi retail langsung, melainkan melalui purchase order,” imbuhnya.

HIPMI Jatim pun telah melakukan kurasi dan presentasi produk dari pengusaha muda seprovinsi tersebut yang bakal ditampilkan pada ajang Koperasi & UMKM Expo. Kurasi dan presentasi produk dilakukan di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jatim.kbc6

Bagikan artikel ini: