Solusi Bangun Indonesia tekan kerugian 48,35 persen di semester I

Senin, 5 Agustus 2019 | 23:44 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah kondisi pelemahan penjualan semen dalam negeri, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. mampu menekan kerugian pada semester I/2019.

Eks PT Holcim Indonesia Tbk. itu berhasil menekan kerugian sebesar 48,35 persen menjadi Rp278,51 miliar dari rugi tahun sebelumnya senilai Rp539,27 miliar.

Berdasarkan keterangan tertulis perseroan, Senin (5/8/2019), hingga akhir semester pertama, SBI mencatat penurunan volume penjualan semen dan terak sebesar 2,4 persen dan berimbas pada penurunan pendapatan dari Rp4,61 triliun pada semester I/2018, menjadi Rp4,51 triliun pada semester I/2019. 

Di tengah persaingan pasar yang ketat dan perlambatan permintaan, SBI mampu mempertahankan pangsa pasar di semester I 2019 di angka 15,2 persen. 

Laba bruto meningkat sebesar 36% dan EBITDA sebesar 99 persen. Pencapaian ini tidak lepas dari program-program efisiensi dan sinergi, yang terbukti berhasil menurunkan faktor-faktor biaya penjualan dan operasional, seperti penurunan biaya distribusi sebesar 9 persen dan penurunan biaya penjualan sebesar 59 persen.

SBI juga berhasil mencetak laba sebelum bunga dan pajak penghasilan sebesar Rp192 miliar, dibandingkan kerugian pada semester pertama tahun 2018. Upaya-upaya tersebut telah membantu SBI memperkecil kerugian dari semester I/2018.

Ke depan, emiten berkode saham SMCB tersebut akan terus fokus untuk melanjutkan tren positif untuk memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkuat fundamental operasional, serta fokus pada program-program penambahan nilai untuk konsumen, antara lain solusi digital dan produk kemasan untuk aplikasi khusus seperti PowerMax. kbc10

Bagikan artikel ini: