Ketahuan jual gula rafinasi ke pasar, izin usaha bakal dicabut

Selasa, 6 Agustus 2019 | 05:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bakal mencabut izin usaha bagi pelaku yang menjual gula rafinasi ke pasar.

Hal ini menyusul ditangkapnya lima orang tersangka pelaku penjualan Gula Kristal Rafinasi (GKR) ke konsumen akhir yang dijadikan gula kristal putih berlabel palsu PTPN X, pada Senin (5/8/2019).

"Ya iyalah (dicabut izinnya). Tapi kita lihat dulu semuanya, nanti semua proses hukumnya di Bareskrim. Pokoknya kalau ada temuan kita tandai, tapi segera kasusnya dilimpahkan kepada Bareskrim untuk ditindaklanjuti," kata Enggar usai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Dia menjelaskan, bersama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag terus bekerja sama dengan satuan tugas Bareskrim.

"Kita bersama PKTN kita selalu bersama sama dengan satgas Bareskim, dan saat ini sedang ditindak," tutur Enggar. 

Namun, dia bilang, sejauh ini belum ada kebijakan untuk perubahan aturan tata niaga gula. "Nggak lah (tidak ada perubahan), ditindak, sudah ditindak kita PKTN dengan Bareskrim," ungkap Enggar.

Sementara itu Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap rekomendasi impor pada perusahaan-perusahaan yang menjadi tersangka dalam sindikat penjual gula rafinasi ini. Artinya, kuota impor gula perusahan-perusahaan tersebut akan dikurangi.

"Nanti akan dievaluasi tentunya supaya benar, dia kalau nggak bisa nanti ya termasuk dikurangi untuk rekomendasi selanjutnya khususnya untuk perusahaan yang ini ya (yang menjadi tersangka)," papar Abdul.

Abdul mengatakan, perubahan rekomendasi impor dari Kemenperin terhadap perusahaan yang menjual gula rafinasi ke pasar sudah termasuk sanksi. Sehingga, pihaknya belum merujuk pada pencabutan izin usaha.

"Kalau izin usaha, saat ini masih evaluasi rekomendasi, ini pun sudah termasuk sanksi. Nanti kita lihat misalkan berbuat lagi bisa saja sanksi lebih besar. Untuk data kebutuhan bisa kami evaluasi, sanksi juga bisa. Tapi lihat nantilah," pungkas Abdul.

Sebagai informasi, tersangka penjual gula rafinasi ke pasar yang ditangkap Bareskrim pagi ini di antaranya berinisial E selaku Direktur PT BMM, H selaku Direktur PT MWP, W alias S selaku pembeli di Kutoarjo, S selaku pembuat Gula Kristal Putih (GKP) dan A distributor GKP Palsu. kbc10

Bagikan artikel ini: