Wika bidik proyek kereta api di Filipina senilai Rp6 triliun

Selasa, 6 Agustus 2019 | 06:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau Wika tengah membidik tender proyek pembangunan infrastruktur kereta api di Filipina senilai Rp 6 triliun. Perusahaan pelat merah itu pun menggandeng PT Inka (Persero) dan PT KAI (Persero).

"Untuk proyek luar negeri selama ini kita menggarap di Timur Tengah, sekarang merambah ke Asean. Kita ikut proses tender railway project di Filipina, bekerja sama dengan KAI dan INKA," ujar Direktur Operasional II PT Waskita Karya, Bambang Rianto di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Bambang menjelaskan, pembangunan infrastruktur itu akan dilakukan mulai dari Malolos hingga Clark. Dia mengatakan, pihaknya optimis akan memenangkan tender tersebut.

Terlebih, Wika telah memiliki pengalaman dalam dalam pembangunan proyek kereta. Mereka merupakan kontraktor proyek pembangunan prasarana kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang sepanjang 23,4 kilometer (km) dengan nilai kontrak sebesar Rp12,59 triliun.

"Di Filipina masih proses tender, sementer ini lah. (Hasil tender diumumkan) 27 Agustus," jelasnya.

Wika mengikuti tender proyek rumah sakit dengan nilai kontrak sebesar Rp 1 triliun. Perseroan akan bekerja sama dengan local partner untuk menggarap proyek tersebut.

Sementara di dalam negeri, perusahaan memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun pada semester satu tahun 2019, meningkat dibanding pada periode sama sebesar Rp7,65 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut ditopang oleh perolehan sejumlah proyek besar.

Antara Iain, Bandara Juanda di Jawa Timur Rp623 miliar, Masjid Istiqlal di DKI Jakarta Rp423 miliar, Bandara Hasanudin di Sulawesi Selatan Rp422 miliar, Jalan Tol Becakayu (A. Yani) di Jawa Barat senilai Rp773 miliar, Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar di Lampung senilai Rp343 miliar dan Revitalisasi Gedung Olahraga Pelajar Ragunan di DKI Jakarta senilai Rp381 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: