Di Bursa Hewan Qurban, lapak peternak Lumajang ini ludes dalam 72 jam

Selasa, 6 Agustus 2019 | 22:05 WIB ET

BOGOR, kabarbisnis.com: Sebanyak 14 peternak /penjual sapi,domba dan kambing dari Jabar, Jateng dan Jatim menggelar lapaknya dalam Bursa Hewan Qurban (BHQ) ke 20 di area kantor Puslitbangnak Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) di Pajajaran, Kota Bogor.

Berbeda dengan di lapak hewan kurban lainnya, 500 ekor yakni 200 ekor sapi dan 300 sapi di BHQ memberikan garansi hewan yang dijajakan telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan Tim Medis Kementan.Haji Sukar (42), peternak sapi asal Lumajang, Jawa Timur salah satunya yang antusias mengikuti BQH. Dirinya mengaku sudah sembilan kali mengikuti penyelenggara BHQ di Bogor.

Perjalanan yang memakan waktu tempuh hingga dua hari satu malam, tidak menyurutkan mengikuti BHQ. Sukar meyakini fasilitasi Puslitbangnak Kementan berupa pemeriksaan kesehatan dan pelayanan medis ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa hewan qurban yang dibeli, selain tidak mengalami cacat fisik juga secara klinis sehat.

"Sapi sapi kami tiap hari diperiksa kesehatan dan ketersediaan pakan. Kalau kedapatan sakit , segera diberi vaksin atau cukup diobati," ujar Sukar kepada kabarbisnis.com di sela penyelenggaran BHQ di Bogor, Selasa (6/8/2019).

Namun sejak ada perluasan infrastruktur jalan tol menghemat waktu tempuh menjadi satu malam saja. Meski setiap harinya berinteraksi dengan hewan ternak, Sukar mengaku hanya dapat kasat mata memperkirakan kondisi kesehatan hewan ternak. 

Lagipula , memperdagangkan hewan ternak di pasar atau di pinggir jalan membuat sapi stress."Suasana bising dan polusi mengakibatkan sapi sapi menjadi takut. Ini mempengaruhi kualitas daging," terangnya.

Melalui lapak BHQ , Sukar mengaku memperoleh margin lebih 10% ketimbang menjajakannya di pasar tradisional atau setara Rp 2,5 juta-Rp 3 juta/ekor sapi. Untuk kebutuhan Idul Adha 1440 Hijriah, Sukar menyediakan berbagai jenis sapi limosin, ongole, persilangan sapi Brahman Cross dan sapi Madura.

Tahun ini, dirinya menjajakan sapi 46 ekor .Untuk sapi berat bobot hidup dibawah 300 kilogram (kg) dijual mulai Rp 18,5 juta .Sementara diatas 300 kg, dijual mulai Rp 21 juta per ekor.

Sukar pun mengaku 46 ekor sapi yang dijajakan untuk kebutuhan Idul Adha tahun ini sudah ludes dipesan hanya hitungan tiga hari sejak tiba di Bogor. Cukup menawarkan melalui aplikasi whatsapp, foto  dan berat hidup sapi.

"Pembeli kami sebagian besar sudah merupakan pelanggan dari sejumlah instansi pemerintah dan swasta.Tapi juga ada DKM dan individu.Sapi kita antar gratis ke tujuan," kata Sukar.

Kabalitbang Kementan Fadjri Djufri mengatakan pihaknya memperkirakan sekitar 2,5 juta ekor domba dan kambing setiap tahun diperlukan guna memenuhi kebutuhan hewan kurban nasional untuk Idul Qurban.Menurutnya hal yang sama  terjadi pada ternak sapi, permintaan setiap tahun terus meningkat sebagai ternak kurban.

"Jumlah umat muslim yang cukup besar merupakan suatu peluang pasar yang besar untuk penyediaan hewan kurban," terangnya

Fadjri mendorong penyelenggaraan BHQ dapat menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Indonesia guna mempersiapkan kebutuhan protein daging sapi dan kambing di Hari Raya Idul Adha. "Konsumen akan merasa tenang dan aman dalam melaksanakan ibadah qurban," ujarnya.

Kapuslitbangnak Atien Priyanti mengatakan penyelenggaran BHQ merupakan fungsi sosial institusinya.Karena itu, semua hewan yang dibeli di BHQ sudah diperiksa mulai SKKH dari daerah asal.

Tim medis Kementan dan Dinas Pertanian Kota Bogor memastikan kesehatan hewan ternak.Selama masa penjualan, hewan yang sakit dipisahkan dan dirawat tim medis."Kita juga mengeluarkan SKKH sebafai bukti hewan kurban ini sehat dan sesuai prinsip agama Islam yakni Aman , Sehat ,Utuh dan Halal (ASUH)," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: