Bidik pertumbuhan kredit konsumer 10%, ini strategi BNI

Rabu, 7 Agustus 2019 | 06:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Melemahnya daya beli masyarakat, selain akibat dampak berlangsungnya pemilihan umum (Pemilu) 2019 membuat pertumbuhan kredit konsumer perbankan di semester I-2019 masih lesu.

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit konsumer hanya tumbuh 7,7% secara year on year (yoy). Padahal pada tahun sebelumnya, segmen kredit mampu tumbuh sebesar 10,6% yoy. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) misalnya, hanya mampu mencatat pertumbuhan kredit konsumer satu digit yakni sebesar 8,3% yoy menjadi Rp 81,71 triliun. Capaian ini jauh di bawah pencapaian di semester I-2018 yang masih mampu tumbuh 12,6% yoy. 

Direktur Retail Banking BNI Tambok P. Setyawati menjelaskan perlambatan itu dikarenakan kredit kepegawaian (payroll loan) yakni BNI Fleksi tumbuh lebih rendah secara tahunan.

Memang, BNI Fleksi per akhir Juni 2019 tumbuh 12,8% yoy menjadi Rp 24,51 triliun. Padahal, tahun lalu BNI Fleksi mampu tumbuh 50,8% yoy. "Karena kami lebih selektif dalam penyaluran guna mencapai pertumbuhan yang berkualitas," ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Namun, di semester II-2019 bank berlogo 46 ini mengaku lebih optimis pertumbuhan kredit konsumer akan lebih bergairah. Malah, Tambok meyakini secara total, kredit konsumer BNI masih berpeluang untuk tumbuh minimal 10% tahun ini. 

Salah satu strategi yang digarap, yakni melalui penerapan proses digital dalam pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) alias BNI Griya maupun BNI Fleksi. "Sehingga coverage pemasaran lebih luas dan lebih mudah diakses dan cepat prosesnya," tuturnya. 

Di samping itu, sinergi dengan perusahaan anak juga akan dioptimalkan oleh perseroan dalam penyaluran kredit konsumer. kbc10

Bagikan artikel ini: