Penyaluran rendah, kuota KPR subsidi oleh 17 bank bakal dipangkas

Kamis, 8 Agustus 2019 | 07:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana memangkas kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan kepada 17 bank pelaksana. Langkah tersebut dilakukan karena 17 bank tersebut penyalurannya masih rendah.

Plt Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR Monhilal mengatakan, KPR FLPP disalurkan oleh 39 bank pelaksana. Bantuan FLPP kini disebutnya masih tersedia sekitar 30 persen untuk disalurkan.

"Realisasi FLPP sudah 70 persen. FLPP itu kan ikat kontrak dengan 39 bank," katanya di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dari 39 bank tersebut, ia menyebutkan, penyaluran dari 17 bank masih di bawah 50 persen dari kuota yang ditetapkan. Sebagai ganjaran, tambahnya, kuota dari 17 bank tersebut akan dipangkas.

"Yang penyaluran di bawah 50 persen kita kurang kuotanya. Kalau dibiarkan malah enggak keserap, susah kita. Ada sekitar 17 bank yang akan dikurangi, sebagian besar bank daerah," paparnya.

"Kita nego mau dikurangi berapa. Kita diskusikan masih sabggup berapa. Kalau triwulan tiga masih tidak perform langsung, kita kurangi sepihak tanpa nego," imbuh Monhilal.

Nantinya, ia melanjutkan, jatah kuota dari 17 bank itu bakal dialihkan kepada bank yang penyaluran KPR subsidinya tinggi, seperti BTN dan BTN Syariah. Monhilal menyampaikan, kuota penyaluran kedua bank tersebut sudah habis.

"Jadi memang kita harap nanti bank yang habis kita berikan ke yang lebih signifikan dan sudah habis (kuotanya), itu BTN dan BTN Syariah. Alasan orang di BTN karena itu kan core-nya. Terus dari sebelum kita lahir juga BTN sudah jadi penyalur rumah, jadi sudah identik sekali," tuturnya.

Dia menambahkan ada sekitar 5.000 unit rumah FLPP yang akan dialihkan ke BTN atau bank lain. kbc10

Bagikan artikel ini: