Perkuat ekosistem digital, Ayopop gandeng LinkAja

Jum'at, 9 Agustus 2019 | 07:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sistem pembayaran nontunai alias digital terus digalakkan pemerintah dan sejumlah pihak. Kali ini, start up aggregator pembayaran tagihan online, Ayopop menggandeng uang elektronik nasional, LinkAja, guna mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. 

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Ayopop akan membuka akses untuk 1000 tagihan atau produk yang dimiliki kepada LinkAja melalui open API (Application Program Interface). Sedangkan LinkAja juga akan diintegrasikan ke aplikasi Ayopop sebagai preferred source of fund menggantikan AyoSaldo.

“Ayopop dan LinkAja memiliki ambisi yang sama untuk terus mengembangkan ekosistem digital dan memperluas Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) di Indonesia. Ini adalah DNA dari kerjasama ini,” ujar Direktur Ayopop, Chiragh dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

Ayopop Open API yang baru saja diluncurkan merupakan sebuah inisiatif baru untuk membuka akses ke lebih dari 1000 produk atau tagihan yang saat ini dimiliki kepada mitra. LinkAja adalah mitra pertama untuk Ayopop Open API. Saat ini ada 33 mitra lainnya dalam proses signing. 

"Kami berharap LinkAja dapat memberikan akses layanan keuangan yang efisien kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, serta membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia hingga 75% pada akhir tahun 2019 sesuai target pemerintah," ujar CEO LinkAja, Danu Wicaksana.

Ayopop pertama kali diluncurkan tahun 2016 sebagai aplikasi pembayaran tagihan. Saat ini Ayopop menjadi aggregator pembayaran tagihan online dengan 1000 tagihan/produk yang tersedia.

Misi Ayopop adalah mengubah pembayaran tagihan dengan uang tunai menjadi online dengan pendekatan teknologi dan kerjasama. Beberapa sektor yang menjadi fokus adalah residensial dan institusi pendidikan.

Guna memperluas ekosistem pembayaran tagihan online dengan lebih mudah, Ayopop mengembangkan 

Ayopop Smart Dashboard sebagai solusi digitalisasi untuk Usaha Kecil Menengah serta untuk pembayaran tagihan kos-kosan dan institusi Pendidikan, baik sekolah maupun universitas di seluruh Indonesia.

Dashboard ini membantu pemilik bisnis dan juga pelanggan tidak hanya dalam hal pembayaran, tapi juga dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti pengingat tagihan.

“Dalam tiga tahun terakhir Ayopop telah memfasilitasi pembayaran tagihan untuk lebih dari 5 juta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dapat berbagi teknologi dengan mitra terpilih yang ingin mengintegrasikan pembayaran tagihan ke ekosistem mereka. Sebagai ekosistem keuangan elektronik terkemuka di Indonesia, kami merasa terhormat dapat bekerjasama dengan LinkAja dan melihat ini sebagai langkah kami untuk menjadi lebih baik,” jelas Chiragh.

Sejak Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) pada Agustus 2014, terjadi pergeseran transaksi tunai ke non-tunai yang cukup signifikan di Indonesia.

Menurut data dari Bank Indonesia tahun 2019, setidaknya terdapat Rp 56,1 triliun uang yang dipertukarkan dalam transaksi elektronik sepanjang Januari-Juni dengan frekuensi transaksi 2,26 miliar. Angka ini melonjak 171% pada rentang yang sama tahun lalu. 

LinkAja resmi diluncurkan pada 30 Juni 2019 sebagai uang elektronik yang merupakan bentuk sinergi dari Telkomsel dan 7 BUMN untuk kemajuan ekonomi digital di Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: