Portofolio kredit Bank Danamon tumbuh 11% di semester I

Senin, 12 Agustus 2019 | 13:27 WIB ET
Regional Head SND7 Bank Danamon Andri Yusfiana tengah berkoordinasi dengan teamnya  I Gede Bagus MS (RSS Head) & Trisatya Utama (Area Manager SUB2) dalam pembahasan kinerja semester I-2019 Bank Danamon.
Regional Head SND7 Bank Danamon Andri Yusfiana tengah berkoordinasi dengan teamnya I Gede Bagus MS (RSS Head) & Trisatya Utama (Area Manager SUB2) dalam pembahasan kinerja semester I-2019 Bank Danamon.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mencatat total portofolio kredit dan trade finance perseroan tercatat tumbuh 11% menjadi Rp 148 triliun pada semester pertama tahun 2019 dibandingkan setahun sebelumnya. 

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan di sisi simpanan. Untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 8%, sementara Deposito naik 16% dibandingkan setahun sebelumnya. Di semester pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 1,8 triliun.

“Fokus Bank dalam beberapa inisiatif penting di semester pertama tahun 2019 telah membantu kami untuk mempercepat pertumbuhan kredit. Tuntasnya proses penggabungan dan investasi MUFG di Danamon juga membuka peluang baru dan kolaborasi untuk Danamon yang baru dan lebih kuat,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/8/2019).

Dipaparkannya, peningkatan pada jaringan digital serta kualitas layanan secara keseluruhan terus menunjukkan hasil. Kredit yang disalurkan perseroan terus bertumbuh di sejumlah segmen kunci, termasuk Consumer Mortgage, Enterprise Banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

Di semester pertama tahun 2019, kredit Consumer Mortgage tumbuh 28% menjadi Rp 8,8 triliun secara setahunan. Sementara kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 15% menjadi Rp 44,3 triliun. Untuk segmen Perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 35,0 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 12% secara setahunan menjadi Rp 53,9 triliun pada semester pertama 2019. Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 14% menjadi Rp 147,1 triliun secara setahunan.

Sementara rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. Pasca penggabungan dengan BNP, CAR konsolidasian dan CAR Bank-only masing-masing berada pada posisi 21,7% dan 22,2%. Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 8% menjadi Rp 54,7 triliun, sementara Deposito naik 16% menjadi Rp 63,0 triliun. Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 97,3% menunjukkan likuiditas Bank yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kedepan. Danamon juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun di bulan Mei 2019.

"Bank Danamon terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 3,2% dibandingkan 3,3% di akhir semester pertama tahun 2018. Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) juga membaik di posisi 2,5% dibandingkan 2,6% setahun sebelumnya," pungkas Satinder.

Sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94,1%, sekaligus telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia. kbc7

Bagikan artikel ini: