Duta Besar ajak pengusaha Jatim berinvestasi di Belarus

Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:56 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Republik Belarus memperkuat kerjasama bidang ekonomi dengan pengusaha Indonesia, khususnya para pengusaha yang ada di wilayah Jawa Timur (Jatim).

Secara diplomatik, hubungan kerjasama Indonesia dengan Belarus sudah terjalin sejak 25 tahun lalu. Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 25 perjanjian kerja sama berbagai bidang.

Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia, H.E. Valery Kolsenik mengatakan, selama ini kerja sama perdagangan dengan Indonesia masih belum besar. Untuk itu, pihaknya ingin memperkuat hubungan diplomatik ini melalui beberapa agenda dalam waktu dekat.

"Rencananya, kami akan mengadakan forum bisnis pada musim gugur September di Belarus. Salah satunya dengan mengundang pengusaha asal Jatim. Kami juga akan berpartisipasi dalam pameran pertambangan di Indonesia," katanya saat acara The 100 Years of Belarusian Diplomatic Service, Senin (12/8/2019).

Dia mengungkapkan, nilai perdagangan Belarus-Indonesia tahun lalu mencapai 257 juta dollar Amerika Serikat (AS), naik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya 20 juta dollar AS.

Dari nilai perdagangan tersebut, sebanyak 30 juta dollar AS merupakan impor Belarus dari Indonesia. Sementara 227 juta dollar AS merupakan ekspor Belarus ke Indonesia.

Komoditas dari Belarus ke Indonesia di antaranya, pupuk, potasium, truk berkapasitas 50-450 ton, alat pertanian, olahan minyak dan mesin.

Sedangkan produk Indonesia yang masuk ke Belarus di antaranya seperti komoditas karet, kopi, kakao, komponen otomotif dan fiber optik. Pada semester I 2019 ini, nilai perdagangan Belarus dengan Indonesia sudah mencapai 116 juta dollar AS. 

"Hingga akhir tahun ini kami menargetkan realisasi nilai perdagangan bisa melebihi capaian tahun lalu," pungkas Valery.

Konsul Kehormatan Belarus di Indonesia, Darmawan Utomo mengatakan, pihaknya akan menawarkan potensi produksi hasil perikanan pada Belarusia. Ini mengingat kebutuhan ikan di negara beribukota Minsk itu cukup tinggi lantaran tidak memiliki laut. 

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait kemampuan produksi perikanan Jatim. "Selain perikanan, kami juga mengincar ekspor produk otomotif. Sebab, komponen otomotif dan kendaraan asal Indonesia sangat berkualitas dibanding negara lain," katanya. Kbc5

Bagikan artikel ini: