Kucuran kredit BRI tembus Rp888 triliun di semester I, ditopang UMKM

Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penyaluran kredit sepanjang semester I-2019 mencapai Rp888,32 triliun. Angka ini tumbuh 11,84% dari penyaluran di semester I-2018 yang sebesar Rp794,3 triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto menyatakan, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendominasi kinerja penyaluran kredit dengan porsi sebesar 76,72%. Hingga akhir Juni 2019 penyaluran kredit UMKM mencapai Rp681,50 triliun, mengalami pertumbuhan 13% dari akhir Juni 2018 yang sebesar Rp602,7 triliun.

"Kami targetkan di tahun 2022 komposisi penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80% dari total portofolio kredit BRI,” kata Suprajarto di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Secara khusus, untuk penyaluran kredit ke para pelaku UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), tercatat sebesar Rp50,29 triliun hingga semester I-2019. Dana itu tersebar di lebih dari 1,2 juta debitur.

“Ini setara dengan 57,8% dari target breakdown yang diberikan kepada BRI oleh pemerintah di tahun 2019 sebesar Rp86,97 triliun,” katanya.

Sejalan dengan penyaluran kredit, ternyata rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross BRI meningkat menjadi 2,51% dibandingkan dengan posisi semester I-2018 yang sebesar 2,41%.

Dia menyatakan, peningkatan NPL itu terbeban karena kinerja beberapa anak usaha, khususnya di lini perbankan. Pihaknya pun mengaku tengah melakukan pembenahan, yang ditargetkan pada akhir tahun anak usaha tersebut sudah berkontribusi positif pada kinerja induk perseroan.

"Untuk NPL kami sedang berbenah. Kami tidak ingin anak usaha ini membebani di tahun depan," katanya.

Sementara itu, BRI juga tercatat menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp945,05 triliun sepanjang Januari-Juni 2019. Realisasi ini tumbuh 12,78% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp838 triliun.

"Proporsi DPK masih didominasi oleh dana murah (CASA) berupa tabungan dan giro dengan komposisi mencapai 57,35%," ujar Suprajarto. kbc10

Bagikan artikel ini: