Ancaman banjir impor daging ayam Negeri Samba, ini tanggapan Mentan

Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia akhirnya membuka keran impor ayam sejalan dengan rekomendasi di World Trade Organization (WTO). 

Dunia usaha perunggasan nasional mengkhawatirkan hal tersebut akan menggerus peternak lokal dan pada jangka panjangnya membuat pemenuhan kebutuhan protein hewani bangsa ini akan bergantung dengan impor.Namun, Menteri Pertanian Amran Sulaiman beranggapan berbeda, produk unggas Indonesia akan mampu berkompetisi dengan unggas ayam Brasil.

Mentan mengaku tidak khawatir karena saat ini produk ayam Indonesia bisa bersaing. Bahkan, menurutnya  produk daging  ayam Indonesia sudah mampu menembus pasar Jepang yang belakangan sulit dimasuki oleh berbagai negara.

“Buktinya kita sudah tembus di Jepang. Intinya kita bisa bersaing. Jepang itu enggak gampang nembus ayam. Kita sudah tembus," ujar Amran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Amran menerangkan saat ini produksi ayam memang berlebih. Ia pun tidak mau ambil pusing menanggapi dampak negatif dari masuknya ayam impor dari Brasil yang akan membanjiri pasokan dalam negeri. Sebab, Amran menjelaskan, ia berencana melakukan ekspor menyusul produksi Indonesia yang saat ini melimpah.

“Di sini (Kementan) domainnya produksi. Intinya aku mau ekspor ayam. Sekarang aku mau ekspor ayam karena produksinya melimpah," kata Amran.

Berkaitan rencana Kementan selanjutnya untuk melakukan ekspor, Amran mengaku belum dapat memberitahukan detailnya. Yang jelas ia memastikan ekspor ini memungkinkan karena ayam Indonesia sudah cukup kompetitif baik berhadapan dengan produk Brasil maupun untuk memasuki pasar luar negeri.“Saya cek lagi. yang jelas sudah kompetitif karena kita bisa ekspor ke luar negeri," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: