50 Unicorn baru bakal lahir di dunia, valuasinya setara dengan GDP RI

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 08:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Bappenas, Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo menyebutkan akan ada 50 unicorn baru yang lahir di dunia. Unicorn adalah perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi di atas US$1 miliar.

"Laju pertumbuhan unicorn tidak menunjukkan tanda-tanda menurun. Sedikitnya 50 atau lebih startup diproyeksikan mencapai nilai 1 miliar dolar AS," kata dia, dalam sebuah acara diskusi, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Saat ini Indonesia sudah memiliki 4 unicorn yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. Selain Indonesia, negara lain yang merupakan penghasil unicorn adalah Singapura.

"Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki unicorn paling banyak di wilayah Asia setelah China dan India," ujarnya.

Berdasarkan data thesoutheastasia.com, unicorn di Asia Tenggara saat ini ada 8. 4 berasal dari Indonesia dan 4 lainnya dari Singapura.

Adapun unicorn tersebut adalah Grab Singapura, Gojek Indonesia, Sea Singapura, Lazada Singapura, Traveloka Indonesia, Razer Singapura, Tokopedia Indonesia, dan Bukalapak Indonesia.

Sementara itu, 50 calon unicorn baru tersebar dari berbagai negara. Diantaranya Alto, Amplitude, Blend, Glossier, Zola, Rigup, Front, Checkr dan lain-lain.

Leonardo menyebutkan, secara global valuasi unicorn jika disatukan nilai valuasinya setara dengan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia pada tahun 2018. 

"Kalau melihat dari ukuran, unicorn di dunia ukurannya valuasinya sama dengan GDP Indonesia pada tahun 2018 yaitu 1,2 triliun dolar AS," kata dia, dalam sebuah acara diskusi, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Secara global, hingga Maret 2019, nilai pasar kumulatif seluruh unicorns sekitar US$1.038 miliar, kira-kira setara dengan keseluruhan perekonomian Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: