Atasi stunting, Balitbangtan massifkan pengembangan Inpari IR Nutrisi Zinc

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 14:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah “stunting” yaitu kondisi gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah (kerdil) dari standar usianya. Hal tersebut merupakan akibat kekurangan gizi yang kronis terutama pada 1.000 hari pertama hingga usia batita (usia di bawah tiga tahun). 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia pada di urutan kelima jumlah anak dengan kondisi stunting di dunia.Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, karena anak-anak stunted tidak hanya hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini.

Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan zinc (Zn) ke dalam tubuh, terutama bagi ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (balita). Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh.

Dalam mengatasi masalah stunting, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki peran penting karena upaya penanggulangan kekurangan gizi Zn dapat dilakukan dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi. Kementan paling siap dalam upaya biofortifikasi karena memiliki kemampuan dalam perakitan varietas, sehingga diharapkan merakit varietas unggul baru yang memiliki Zn tinggi," ujar Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Priatna Sasmita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut Priatna pada tahun 2018, Kementan melepas varietas padi yang diberi nama Inpari IR Nutri Zinc. Varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn rata-rata sebesar 34,51 ppm atau sekitar 8 ppm lebih tinggi daripada umumnya kandungan Zn varietas yang umum dibudi daya petani, seperti misalnya Ciherang (24,06 ppm). 

Biofortifikasi dengan pendekatan perakitan varietas ini dinilai lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam upaya mengatasi kekurangan gizi Zn. "Saat ini, varietas Inpari IR Nutri Zinc mulai disebarluaskan secara massif terutama di daerah yang termasuk wilayah endemis stunting di Indonesia," kata dia.

Terkait dengan pengembangan varietas Inpari IR Nutri Zinc, Balitbangtan memproduksi Benih Dasar seluas 1 ha pada MK 2019. Benih yang dihasilkan disalurkan kepada para penangkar untuk diproduksi kembali hingga kelas Benih Sebar. Pada pertengahan tahun 2021 diprediksikan sekitar 200 ribu petani telah memperoleh benih dan akan menanam varietas inpari IR Nutri Zinc di berbagai daerah di Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: