Kebanjiran laptop China, ini yang dilakukan Kemendag

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 14:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal menyelidiki penyebab membanjirnya produk China di Indonesia sepanjang Juli 2019. Untuk diketahui, Indonesia diserbu produk China senilai US$1,5 miliar, produk paling besar di antaranya adalah laptop dan PC.

"Harus lihat detail dulu. Kita harus lihat dulu barangnya apa dulu," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Indrasari menampik, barang impor lebih diminati karena daya saing produk dalam negeri lebih rendah. Selain itu, pembengkakan impor tersebut juga tidak disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar Yuan terhadap Dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.

"(Daya saing produk dalam negeri rendah?) tidak juga. Harus dicek dulu. Tidak boleh gegabah bilang barang China lebih murah. Kita kan semuanya beli dengan USD, bukan dengan Yuan. Jadi kita harus lihat dulu," paparnya.

Di sisi lain, Kemendag akan terus berupaya mendorong ekspor agar mampu menutupi kebutuhan impor yang kian besar. Salah satunya melalui perundingan bilateral dengan negara-negara yang belum menjadi mitra dagang Indonesia.

"Ya kita coba tingkatkan ekspor, percepat perundingan-perundingan supaya terbuka akses pasarnya. Kita melakukan misi dagang dan promosi. Ini bisa mendorong ekspor dalam waktu pendek," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: