BI Jatim tantang generasi milenial jadi peternak sapi

Senin, 19 Agustus 2019 | 18:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur menantang generasi milenial menjadi peternak,  terjun di bisnis penggemukan sapi karena potensinya cukup besar.

"Bank Indonesia sangat menginginkan ada anak muda yang mau berkotor-kotor, belajar tentang penggemukan sapi karena keahlian ini tidak ada sekolah khususnya. Tetapi kalau sudah ahli mengenai penggemukan sapi, saya jamin bisa mandiri hidupnya. Ini sedang kita rintis sekarang," kata Kepala BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Surabaya, Senin (18/8/2019).

Difi menjelaskan, BI Jawa Timur telah memulai program klaster penggemukan sapi di wilayah Tuban dan Lamongan. Untuk klaster Tuban telah dirintis sejak 2014 sedangkan Lamongan mulai awal tahun ini. Program penggemukan sapi ini dulu juga pernah dilaksanakan di daerah Bojonegoro hingga akhirnya saat ini telah lepas dan mandiri. 

"BI akan memberi bantuan. Kita titipkan anak-anak muda, generasi milenial yang mau belajar ini di klaster Tuban dan Lamongan. Jadi kita akan kawal disana hingga mereka paham dan mengerti bagaimana caranya, apa saja yang bisa dimanfaatkan dan diolah. Karena dalam penggemukan sapi itu tidak hanya soal pengirimannya, tetapi juga bagaimana mengolah  kotoran dan kencingnya sehingga memiliki nilai ekonomis," tegasnya.

Difi menerangkan, investasi untuk menggemukan satu ekor sapi dibutuhkan sekitar Rp 20 juta untuk seekor sapi pedet (anakan), diperkirakan dalam waktu 4 bulan bisa menghasilkan rerata sekitar Rp 40 jutaan. Bahkan, kotoran sapi pun bisa diolah menjadi pupuk sehingga menghasilkan nilai tambah.

“Kalau anak muda ini sudah ahli, untuk cari modal Rp20 juta rasanya tidaklah sulit. Kami berharap anak muda, mohon maaf, terutama orang-orang yang putus sekolah dan cari kerja, kita tawarkan vokasional atau keterampilan ini, mereka bisa langsung magang,” jelasnya.

Difi mengakui minat belajar peternakan atau perkebunan/pertanian di kalangan anak muda masih belum tinggi. Padahal, menurutnya, jika anak muda mau belajar tentang agribisnis ini masa depannya tidak akan sia-sia.

“Memang yang paling sulit adalah disiplin kita dalam merawat ternak, karena untuk merawat sapi butuh keterampilan dalam membangun hubungan dengan hewan ternaknya. Sapi-sapi butuh sering dimandikan agar nafsu makannya meningkat, dan sebagainya,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: