Bangun SPBU listrik, pemerintah bakal libatkan Pertamina dan pemda

Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:26 WIB ET

DENPASAR, kabarbisnis.com: Pemerintah gencar mendorong pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menggandeng Pertamina hingga pemerintah daerah (pemda) terkait penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum alias 'SPBU' listrik ini.

Hal itu diungkapkan Menteri ESDM Ignasius Jonan usai menyaksikan MoU Bali dengan PLN soal penguatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Wiswa Sabha Kantor Gubernur, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Rabu (21/8/2019).

"Kalau sekarang ada mungkin 2 ribu lebih. Namanya sekarang dibakukan stasiun pengisian kendaraan listrik umum kayak pompa bensin, jadi bukan kendaraan listriknya yang umum tapi stasiun pengisian listriknya yang umum," ujar Jonan.

Dia menyebut bukan perkara yang sulit untuk menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum ini. Dia menyebut ada Pertamina yang sudah memiliki ribuan jaringan SPBU hingga mal maupun hotel yang bisa digandeng untuk menjadi penyuplai listrik.

"Sebenarnya itu gampang satu itu kan ada 7.500 SPBU yang dioperasikan di bawah Pertamina, itu bisa kerja sama. Dua kantor-kantor publik, kantor pemerintah, daerah atau pusat, tiga fasum (fasilitas umum)-fasos (fasilitas sosial), keempat fasilitas komersial yang besar itu mal, hotel itu bisa semua kok. Kalau misalnya kapan mau dibangun berapa ini tergantung dorongan daerah," tuturnya.

Jonan pun mendorong para kepala daerah untuk mendukung program penggunaan kendaraan listrik ini. Apalagi pemerintah punya target 23% listrik dan bahan bakar pada 2025 menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

"Saya sangat berharap setiap gubernur dan setiap kepala daerah bupati atau wali kota mendorong ini dan memfasilitasi. Jadi kalau memfasilitasi PLN seneng kok, sekarang mindsetnya bukan orang butuh listrik cari dia, tapi dia butuh jual listrik untuk dapat pelanggan lebih banyak," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: