Unjuk rasa berkepanjangan, permintaan tiket pesawat ke Hong Kong menyusut

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:36 WIB ET

NEW YORK, kabarbisnis.com: Unjuk rasa yang tidak berkesudahan di Hong Kong berimbas pada permintaan tiket pesawat menuju negara tersebut.

CEO Qantas Airways Alan Joyce menyebut, penurunan pesanan tiket ke Hong Kong turun hingga 10 persen. Dia menyatakan Qantas berencana memangkas kapasitas penerbangannya ke Hong Kong sebesar 7 persen. Qantas juga akan melayani penerbangan ke Hong Kong dengan pesawat yang lebih kecil.

"Setiap kali kita melihat gejolak politik, kita melihat akan ada pukulan dampak. Biasanya ini jangka pendek dan akan terjadi pemulihan ketika masalah diselesaikan. Sangat cepat," kata Joyce seperti dilansir dari CNBC, Kamis (22/8/2019).

Hong Kong telah diliputi aksi unjuk rasa yang telah masuk ke pekan kedua belas. Unjuk rasa diawali dengan aksi demonstrasi menentang RUU ekstradisi.

Namun demikian, unjuk rasa semakin ricuh dan mengganggu sejumlah sektor, termasuk properti dan ritel, termasuk sistem transportasi umum.

Transportasi udara juga terdampak setelah para pengunjuk rasa menduduki Bandara Internasional Hong Kong selama beberapa hari. Akhirnya, lalu lintas penerbangan di salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut pun lumpuh.

Beberapa waktu lalu, seluruh penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong dibatalkan sebagai dampak aksi unjuk rasa.

Joyce menuturkan, Qantas akan mengalihkan kapasitas pesawat yang lebih besar ke pasar-pasar lainnya, seperti Manila di Filipina dan Singapura. Kedua negara tersebut, imbuhnya, menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.

"Kami akan memanfaatkan dengan memindahkan kapasitas tersebut. Meski sekarang ada dampak, kami harap hanya dalam jangka pendek, dan kemampuan kami untuk menyelaraskan permintaan dan penawaran membantu kami mengelola masalah ini," sebut Joyce. kbc10

Bagikan artikel ini: