Twitter akuisisi Lightwell, ini tujuannya

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Twitter mengakuisisi Lightwell sebagai bagian dari upaya jejaring sosial berbasis mikroblog itu untuk meningkatkan kualitas percakapan antarpenggunanya.

Akuisisi dengan jumlah yang tidak diungkapkan ini diumumkan melalui akun Twitter resmi Lightwell.

Seperti dikutip dari Venture Beat, Kamis (22/8/2019), Lightwell mengatakan alat yang mereka kembangkan akan tersedia secara gratis pada pekan ini. Sebelumnya, pengguna yang tertarik pada alat ini harus merogoh kocek.

"Kami sudah lama menjadi pengguna Twitter dan setelah menghabiskan lebih banyak waktu dengan tim di Twitter, kami sangat bersemangat melanjutkan misi kami dalam melayani percakapan publik. Jadi, sudah sepantasnya kami berbagi kabar ini dengan Anda di sini," kata Lightwell.

"Dengan bantuan Anda, kami membangun Lightwell menjadi salah satu alat design-to-production paling kuat untuk pengembangan mobile, tambahnya.

Sebelumnya Twitter dilaporkan tengah menguji coba cara baru agar pengguna dapat menyaring pesan yang masuk melalui Direct Message (DM). Dengan kata lain, pengguna Twitter dapat mengatur pesan yang masuk ke dalam kotak masuknya.

Seperti diketahui, saat ini pesan yang melalui Direct Message dapat berasal dari siapa saja, termasuk pesan spam. Untuk itu, Twitter kini membagi pesan yang masuk ke Direct Message.

Dikutip dari Tech Crunch, Senin (19/8/2019), dalam uji coba ini, Twitter menghadirkan kolom khusus di Direct Message yang diberi nama Message Request. Bagian ini akan menampilkan pesan dari akun yang tidak memiliki hubungan dengan pengguna.

Jadi, pesan yang berasal dari akun asing akan langsung masuk ke bagian ini dan pengguna dapat menyaringnya sebelum masuk ke kotak masuk utama di Direct Message.

Tidak hanya itu, Twitter menyertakan kemampuan filtering di dalam pesan tersebut. Oleh sebab itu, pesan yang terindikasi berisi konten bermasalah tidak akan ditampilkan, kecuali pengguna memilih untuk memperlihatkannya.

Kehadiran fitur ini disebut-sebut menambah kenyamanan pengguna Twitter yang terbiasa memanfaatkan fitur Direct Message. Selain itu, fitur ini sekaligus menawarkan platform yang lebih sehat bagi Twitter, terutama dalam hal perundungan online.

Sekadar diketahui, kemampuan serupa sebenarnya sudah hadir di Facebook Messenger. Facebook memang sejak awal menghadirkan tab terpisah untuk pesan yang berasal dari orang asing atau akun yang belum berhubungan.

Akan tetapi, mengingat fitur ini masih sebatas uji coba, belum dapat dipastikan kapan Twitter akan menggulirkannya sebagai fitur resmi. Untuk itu, menarik menunggu pengumuman lebih lanjut dari situs microblogging tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: