Genjot produksi benih pisang bermutu, Balitbu Tropika berdayakan penangkar

Senin, 26 Agustus 2019 | 19:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Minat masyarakat untuk mengembangkan dan berbisnis komoditas buah semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan tingginya permintaan benih. Namun mereka sering bertanya, dimana mendapatkan benih bermutu khususnya pisang. 

Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu Tropika) padahal selalu membina penangkar melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumatera Barat.Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah MP dalam rilisnya di Jakarta, Senin (25/8/2019) menyatakan Balitbu Tropika telah memproduksi 625.000 benih aneka buah tropika. 

Benih-benih tersebut sebagian besar telah didistribusikan dan diterima dengan antusias oleh masyarakat. Sampai saat ini produksi benih tanaman buah, tak terkecuali pisang terus berjalan, baik oleh Balitbu Tropika, Balai Benih maupun Dinas Pertanian dan swasta.

Varietas Kepok Tanjung merupakan varietas unggul pisang yang dilepas Balitbu Tropika tahun 2009 dengan SK 379/Kpts/SR. 120/1/2009. Keunggulannya adalah produksi tinggi (20-30 ton/ha), toleran terhadap layu fusarium  dan escape (terhindar) dari penyakit layu bakteri. Varietas ini merupakan solusi dan dapat menggantikan pisang kepok biasa yang rentan terhadap penyakit layu bakteri.

Penyediaan benih pisang bermutu dalam jumlah besar dengan kualitas yang baik sangat dibutuhkan dalam pengembangan komoditas pisang. Balitbangtan sebagai penghasil teknologi harus melakukan upaya percepatan teknologi sampai ke pengguna. "Kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mensukseskan program pengembangan komoditas pisang," tutur Ellina.

Karenanya, Balitbu Tropika menggandeng BPSB Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, untuk bersama sama melakukan pendampingan dalam menumbuhkan dan mengembangkan penangkar benih pisang kepok tanjung tersebut. BPSB selaku institusi pemerintah yang diberi wewenang untuk melaksanakan tugas pengawasan dan sertifikasi benih, telah membantu mempercepat registrasi 200 rumpun pohon induk dan proses pelabelan benih.

Ellina mengakui, produksi benih adalah salah satu bentuk bioindustri paling sederhana yang dapat diterapkan di masyarakat. Kegiatan dapat mempercrpat hiirisasi teknologi Balitbangtan sampai ke masyarakat,  melalui pemberdayaan masyarakat.  Dalam hal ini penangkar benih  dapat memetik keuntungan secara langsung dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.

Contoh Sukses

Penangkar/kelompok penangkar benih bermutu sangat penting dalam penyediaan benih unggul bersertifikat. Pembentukan dan pembinaan penangkar benih pisang merupakan solusi dalam mengatasi kelangkaan ketersediaan benih pisang.

Penangkar benih pisang Tujuh Saudara yang di pimpin oleh Firdaus petani ulet dari Jorong Batu Palano Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok,  Sumatera Barat merupakan salah satu penangkar benih pisang binaan Balitbangtan dan Pemda Kab. Solok yang mulai dikenal oleh masyarakat.

Bermula dengan  membudidayakan  pisang unggul kepok tanjung di kebunnya sejak tahun 2013. Firdaus memperoleh dua anakan benih pisang kepok tanjung dari peneliti Balitbu Tropika, saat ini  populasi pisang kepok tanjung di kebun Firdaus telah mencapai 3.000 rumpun (3 ha) dan terpelihara dengan baik.

Melalui pendampingan teknologi dari Balitbangtan pertanaman pisang Firdaus berkembang dengan pesat dan selanjutnya dibina sebagai penangkar resmi benih pisang.Saat dikunjungi Balitbu Tropika, BPSB dan Diperta Kabupaten Solok baru-baru ini,  Penangkar resmi pisang kepok tanjung ini telah memproduksi lebih kurang 14.000 benih yang telah tersebar ke berbagai daerah seperti Aceh, Riau,  Jawa dan di Sumbar sendiri.

Firdaus berharap usahanya akan berbuah manis sehingga dapat menyekolahkan ketujuh orang buah hatinya dan menaikkan taraf ekonomi keluarga.kbc11

Bagikan artikel ini: