Deretan e-commerce ini paling diminati orang Indonesia

Rabu, 28 Agustus 2019 | 07:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perkembangan industri e-commerce kian pesat saja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tren teknologi dan informasi membuat jumlah transaksi e-commerce juga semakin meningkat.

Berdasar laporan iPrice terbaru, Lazada memimpin pasar e-commerce Asia Tenggara, dengan jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) terbanyak di 4 dari 6 negara, termasuk Filipina, yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua se-Asia Tenggara.

Namun, di Indonesia yang merupakan pasar terbesar Asia Tenggara, platform belanja online lokal termasuk Tokopedia, Bukalapak dan Blibli, tetap mendominasi lanskap industri e-commerce.

"Posisi puncak pun masih dipegang oleh Tokopedia," seperti dikutip dari laporan tersebut, Selasa (27/8/2019).

Meskipun hanya beroperasi di Indonesia, jumlah transaksi Tokopedia mencapai lebih dari Rp 18 triliun per bulan, setara dengan total transaksi per bulan Shopee diseluruh negara Asia Tenggara dan Taiwan. Hal ini sekaligus menunjukkan positifnya pertumbuhan transaksi digital Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis iPrice, Tokopedia juga berhasil mencatatkan kunjungan bulanan (MonthlyWeb Visits) tertinggi di Indonesia, dengan rata-rata lebih dari 140 juta kunjungan per bulan. Pemain e-commerce lain yaitu Shopee menempati posisi kedua dengan 90,7 juta kunjungan. Bukalapak, Lazada,dan Blibli masing-masing menempati posisi tiga, empat dan lima.

"Lazada dan Shopee merupakan beberapa contoh e-commerce yang beroperasi di kawasan AsiaTenggara, sementara perusahaan lokal seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak masih memilih fokusmengembangkan bisnisnya di pasar Indonesia yang merupakan pasar strategis bagi pelaku e-commerce," ungkap laporan tersebut.

Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 269 juta jiwa, 133 juta terhubung ke internet dan lebih dari 70 juta pengguna perangkat telepon pintar, Indonesia memang menjadi pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara bagi pemain e-commerce.

Ernst & Young menganalisis bahwa pertumbuhan nilai penjualanbisnis online di tanah air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Geliat industri e-commerce yang pesat menciptakan dampak positif bagi Indonesia, terutama dari segi penyerapan tenaga kerja dan arus masuk investasi. Saat ini, 5 besar pelaku e-commerce di Indonesia telah menyerap lebih dari 12.500 tenaga kerja. Dengan tren positif bukan mustahil volume bisnis e-commerce Indonesia yang diproyeksikan akan mencapai USD 130 miliar atau sekitar Rp 1,8 triliun bisa tercapai. kbc10

Bagikan artikel ini: