Bank Jatim didorong sukseskan program Nawa Bhakti Satya

Rabu, 28 Agustus 2019 | 20:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim didorong untuk ikut menyukseskan program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya. 

Kepala Bagian Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Jawa Timur, Yan Iswara Rosya menuturkan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) no 13/1962 tentang Bank Pembangunan Daerah, Bank Jatim didorong ikut berperan aktif dalam pertumbuhan perekonomian di daerah.

"OJK memang mendorong BPD untuk menggenjot kredit di sektor produktif, namun harus disiapkan dulu SDM mereka," jelasnya pada Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Membedah Strategi Bank Jatim Dalam Mewujudkan Program Nawa Bhakti Satya' di Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Menurut Yan, dalam hubungannya dengan program Nawa Bhakti Satya, BPD Jatim memang diharapkan bisa memperbesar kredit di sektor riil termasuk UMKM. Namun demikian, di era digital sekarang ini Bank Jatim juga dituntut terus mengikuti perkembangan, khususnya untuk layanan digital ke nasabah.

"Arah pengembangannya adalah mendukung program pemerintah namun tetap dengan prinsip kehati-hatian," ujar Yan.

Sekretaris Perusahaan Bank Jatim, Glemboh Priambodo mengatakan, sejumlah program sudah disiapkan guna mendukung program Nawa Bhakti  Satya. Salah satunya dengan penguatan program tangung jawab sosial perusahaan atau coorporate social rensponsibility (CSR). CSR tersebut diperuntukkan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha. Selain itu, CSR ini juga untuk menunjang warga Jatim. 

"Saat ini, realisasi CSR yang sudah kami kucurkan sebanyak Rp10 miliar. Hingga akhir tahun ini kami targetkan sebanyak Rp20 miliar," ujarnya.

Sejumlah program Nawa Bhakti Satya yang sinergi dengan program CSR Bank Jatim ini diantaranya, Jatim Sejahtera. Ini merupakan program Pemprov Jatim dalam pengentasan kemiskinan. Kemudian Jatim Cerdas, dimana CSR Bank Jatim dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim.

"Tak hanya CSR, program Bank Jatim lain yang sejalan dengan Nawa Bhakti Satya (Jatim Akses) adalah kami ikut dalam pembiayan infrastruktur. Kami juga berupaya terus memperkuat kredit sektor usaha kecil (Jatim Berdaya," tambah Glemboh.

Pemimpin Divisi Mikro, Ritel dan Program Bank Jatim, Taufan Muhammad mengatakan, sebagai bank daerah, pihaknya berupaya untuk memberi kontribusi pada Pemda, dalam hal ini Pemprov Jatim.

Salah satu kontribusi itu dalam bentuk pembagian dividen. Diketahui, pada tahun buku 2018, Bank Jatim menyetujui pembayaran dividen senilai Rp 45,61 per saham, dengan nilai dividen payout sebesar Rp 683,86 miliar untuk tahun buku 2018.

"Kami terus berinovasi agar bisa memberi kontribusi yang lebih besar bagi Pemprov Jatim. Salah satunya dengan mengeluarkan produk layanan secara digital," ungkap Taufan.

Terkait kucuran kredit, per 22 Agustus 2019, emiten berkode saham BJTM itu mencatat penyaluran kredit tumbuh 9,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 8,25 persen (yoy).

Selain itu, perseroan pun akan memacu penyaluran kredit, serta menekan beban dana (Cost of Fund/CoF) dengan fokus menghimpun CASA pada paruh kedua 2019.

"Upaya untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di Jatim juga terus kami lakukan, misalnya yang masih potensial adalah sektor UMKM yang terus bertumbuh," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: