Pelaku UMKM minta ritel modern beri kemudahan pasokan produknya

Kamis, 29 Agustus 2019 | 05:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengharapkan adanya kemudahan agar produknya bisa masuk ke pasar ritel modern, khususnya produk pangan.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingartubun mengatakan, selama ini hanya ada 10% produk UMKM pangan yang bisa masuk ke ritel modern dengan membawa nama UMKMnya.

“Selebihnya mungkin produknya bisa masuk, tapi gak bisa bawa nama UMKMnya. Jadi dilabeli milik ritel modern seperti merek Indomart, Alfamart,” katanya, Rabu (28/8/2019).

Langkah ini dipilih karena sulitnya persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha UMKM agar produknya bisa masuk ke ritel modern.

Persyaratan tersebut diantaranya seperti label dari Badan POM, sertifikasi halal, barcode, hingga kandungan bahannya.  Menurutnya, persyaratan tersebut cukup memakan banyak waktu serta biaya.

“Untuk dapat label dari Badan POM itu satu produk harus diteliti paling tidak makan waktu sekitar 3 bulan. Belum lagi sertifikasi halal juga memakan biaya paling tidak Rp12 juta. Itu tidak ada transparasinya.”

Oleh karena itu, dengan adanya kerjasama Badan POM, Aprindo dan UMKM Pangan, dia berharap agar diberi kemudahan akses bagi pelaku usaha tersebut.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo mengklaim sekitar 80% produk yang dijual di ritel modern didominasi oleh produk UMKM pangan.

Ketua Aprindo, Roy Mandey mengatakan, hal ini dikarenakan pola konsumsi masyarakat yang cenderung menyukai makanan daerah.

“Selama ini sudah ada sekitar 80% produk UMKM pangan yang dijual di ritel modern karena di daerah, khususnya, konsumen lebih suka makanan khasnya ketimbang makanan bermerek dari luar yang diproduksi di Indonesia,” kata Roy.

Dia mengatakan, selama ini pihaknya sudah memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha UMKM pangan agar bisa menjual produknya di ritel modern. Menurutnya, tidak ada syarat khusus atau biaya administasi yang dibebankan bagi para pelaku UMKM ini.

“Syaratnya mudah, tinggal menghubungi toko setempat saja. Kalaupun ada potongan dari harga produk yang dijual itu relatif, tergantung produknya dan kuantitasnya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: