Kompak! Pemuda lintas agama di Banyuwangi kemah bareng perkuat kerukunan

Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:43 WIB ET

BANYUWANGI - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi menggelar Kemah Pemuda Lintas Agama yang diikuti oleh anak-anak muda dari berbagai agama. Kemah bersama yang digelar tiap tahun itu pada 2019 ini mengambil tema “Merajut Kemajemukan dalam Jalinan Persaudaraan Sesama Anak Negeri”.

"Kami baru saja menggelar kemah pemuda lintas agama. Kemah ini kami gelar rutin setiap tahun sejak lima tahun lalu untuk membangun persaudaraan di antara anak-anak muda. Meskipun berbeda keyakinan, kita tanamkan tidak boleh saling menghina dan membenci," ujar Ketua FKUB Banyuwangi KH. Muhammad Yamin saat dihubungi, Kamis (29/8/2019).

Kemah Pemuda Lintas Agama tersebut, imbuh KH Yamin, digelar di Rumah Edukasi Griya Ekologi, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. 

Menurut dia, kemah tersebut efektif untuk menguatkan kembali konsep toleransi dan kegotongroyongan di antara para pemuda dari berbagai latar agama. Dengan kebersamaan, adu domba dan provokasi tidak akan mempan memecah kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi.

"Jika sering bertemu, maka akan terbangun komunikasi. Dengan komunikasi itu, diharapkan timbul kebersamaan dan rasa saling menghormati," ungkap kiai lulusan universitas di Baghdad, Irak, tersebut.

KH Yamin menambahkan, dalam setiap penyelenggaraannya, kemah pemuda lintas agama mengusung bahasan tema yang berbeda. "Tahun ini kami mengangkat tema keberlanjutan lingkungan, setelah sebelumnya mengangkat tema lainnya, seperti entrepreneurship dan sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas gembira dengan kekompakan anak-anak muda lintas agama di Banyuwangi.

“Pemahaman saling menghargai, merayakan perbedaan, perlu dibangun di kalangan anak-anak muda. Konsep kemah bersama bagus, karena kebersamaan dibangun secara informal, bukan melalui pertemuan-pertemuan formal yang seringkali kaku,” ujarnya.

“Anak-anak muda lintas agama ini harus tumbuh sebagai generasi yang tidak suka saling membenci,” imbuh Anas.

Anas juga berharap bahasan tema tahun ini terkait keberlanjutan lingkungan bisa disebarluaskan di rumah-rumah ibadah oleh para anak muda tersebut. “Misalnya soal sampah plastik. Harus ada kepedulian bersama,” pungkasnya. kbc4

Bagikan artikel ini: