PLN pastikan pembayaran kompensasi blackout, begini skemanya

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 17:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan pemberian kompensasi ganti rugi terhadap pelanggan terkena dampak mati lampu atau blackout yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu segera dilakukan.

"PLN membayarkan kompensasi tiap bulan apabila tidak berhasil memberikan pelayanan yang sesuai. Jangan khawatir, bagi para pelanggan," ujar Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah, dalam acara diskusi energi di D'Consulate Resto and Lounge Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Dia mengatakan, besaran pemberian kompensasi disesuaikan berdasarkan regulasi yang diatur dalam Permen ESDM 2017. Di mana keterkaitannya dengan kompensasi, apabila konsumen tidak merasakan pelayanan sebagaimana mestinya.

"Setiap pelanggan yang masuk dalam kategori kompensasi, kalau pelanggan tadi yang prabayar akan mendapat tambahan. yang pasca bayar akan mendapat pengurangan saat tagihan," jelas Dwi.

Selain itu, dia juga menjelaskan bagaimana proses pemberian kompensasi untuk pelanggan yang tinggal di apartemen.

"Untuk pelanggan yang tinggal di apartemen, jika hanya punya sau id pelanggan, maka hanya diberikan kompensasi pada satu id pelanggan tersebut walaupun ada beratus-ratus penghuni," ujarnya, 

Atas langkah PLN itu, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, sebenarnya tidak hanya masalah pemadaman listrik yang bisa mendapat kompensasi. Namun ada enam hal lain seperti lamanya gangguan, lamanya respons PLN, yang membuat konsumen bisa mendapat kompensasi.

“Ada enam case yang dijanjikan PLN, seperti lamanya gangguan, lamanya respons terhadap gangguan. Itu semua kita dapat kompensasi. Waktu itu pernah PLN memberi kompensasi Rp30 miliar ke seluruh konsumen di Indonesia," ujarnya.

Tulus mengatakan, YLKI terus mengawal masalah kompensasi tersebut sampai benar-benar diterima pelanggan PLN. Meski, kata Tulus, PLN menjamin segera memberi kompensasi tersebut.

"Ketika saya tanya ke PLN katanya siap ganti kompensasi. Tapi harus siap-siapnya banyak, terutama tarif," ujarnya.

Senada dengan Tulus, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, memang bukan hanya pemadaman listrik yang mendapat kompensasi. Ada berbagai kompensasi yang bisa diberikan kepada pelanggan yang dirugikan.

“Bukan hanya pemadaman yang diberikan kompensasi. Namun, kompensasinya berbeda-beda, ada yang harus lima kali mati baru dapat kompensasi. Jadi hari ini mati, besok mati lagi, Besoknya mati lagi, kemudian besoknya lagi mati dua kali. Nah itu layak dapat kompensasi," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: