Pengenaan PPN 10% oleh Google jadi momen RI genjot pendapatan pajak

Senin, 2 September 2019 | 07:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Google, melalui PT Google Indonesia, berencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% untuk pemasang iklan yang ada di Indonesia. Aturan ini akan dimulai serentak pada 1 Oktober 2019.

Menurut Pakar Pajak DDTC Darussalam, langkah itu sebagai hal yang lumrah, karena Google memberikan jasa kepada para penggunanya di Indonesia, maka seharusnya para pengguna jasa Google yang ada di Indonesia tersebut harus dikenakan PPN.

"Dalam hal ini, saya melihat Google memang harus diwajibkan untuk memungut PPN yang terutang," kata Darussalam, Minggu (1/9/2019).

Kata Darussalam, ini sebagai peluang bagi Indonesia untuk menambah penerimaan dari pajak. Oleh karena itu, Google harus mendaftarkan diri sebagai pengusaha kena pajak (PKP) terlebih dahulu.

Sementara itu, Darussalam tidak melihat adanya potensi penurunan jumlah pengiklan bila Google menerapkan kebijakan tersebut. Karena, para pengiklan juga terkena PPN bila beriklan di tempat lain. "Jadi, ini justru menciptakan level playing field yang sama," tambah Darussalam. kbc10

Bagikan artikel ini: