Amazon matangkan rencana kolaborasi dengan Gojek

Senin, 2 September 2019 | 13:48 WIB ET

SINGAPURA, kabarbisnis.com: Amazon tengah dalam tahap pembicaraan dengan Gojek untuk membuat kemitraan. Hanya saja, baru ada sedikit perincian tentang bagaimana bentuk kemitraan kedua perusahaan. 

Namun demikian, seperti dikutip dalam laporan Wall Street Journal (WSJ), sebagai bagian dari potensi kemitraan yang dapat terjalin, Amazon tampaknya akan mengucurkan investasi di Gojek. Dengan pangsa pasar yang terus tumbuh di Indonesia, Gojek terus berekspansi ke lima negara di Asia Tenggara. 

Gojek menawarkan berbagai layanan mulai dari pengiriman makanan dan barang, pembayaran mobile hingga layanan kurir. Melalui berbagai tawaran dan layanan itu, Gojek sering disebut sebagai aplikasi super yang mirip dengan yang ditawarkan WeChat di China. Gojek saat ini telah menarik sekitar 20 juta hingga 25 juta pengguna per bulan pada 2018.

Posisi Gojek sebagian platform logistik yang lebih luas inilah yang menarik investasi dari Amazon. Amazon telah memperluas jaringan logistiknya untuk menurunkan biaya pengiriman yang mencapai US$8 miliar pada kuartal II/2019.Amazon tampaknya mengambil dua pendekatan dalam mengembangkan kemampuan logistiknya. Pertama, mengembangkan operasional logistik skala penuh.

“Pengiriman dengan Amazon diluncurkan pada Februari 2018 sehingga memungkinkan para pedagang pihak ketiga di market place-nya untuk mengirimkan paket melalui jaringan Amazon,” papar laporan Business Insider. 

Pada Juni 2018, Amazon mengenalkan Delivery Service Partners untuk memfasilitasi ekspansi ja ringan nya. Program ini mendorong orang menjadi mitra pengiriman bersama dengan Amazon, me nyedia kan sejumlah layanan sebagai pro gram pengiriman dengan brand Amazon. Upaya itu membantu Amazon me nangani selain pengiriman paketnya sendiri dan memosisikan diri bersaing dengan berbagai perusahaan pengiriman yang sudah ada, termasuk UPS dan FedEx. Langkah ini telah terasa di sejumlah pasar tempat Amazon sudah memiliki jejak, terutama di Amerika Serikat (AS). Pendekatan kedua yang diambil Amazon untuk mengembangkan kemampuan logistiknya adalah bermitra dengan para operator logistik. 

Pada Mei 2019, Amazon mengucurkan pendanaan US$575 juta untuk perusahaan pengiriman makanan berbasis London, Deliveroo. Deliveroo beroperasi di 14 negara dengan 60.000 kurir di platformnya. 

Pengiriman makanan menjadi industri yang menarik bagi Amazon karena menyediakan layanan jarak dekat untuk pengembangan operasional logistik dan mengirimkan makanan dari restoran-restoran, bukan dari gudang. Itu artinya investasi infrastrukturnya lebih sedikit. 

Amazon juga ingin memasuki pasar pengiriman makanan di India dengan mitra lokal Catamaran dengan target operasional pada akhir 2019. Investasi di Gojek akan memberi landasan bagi Amazon untuk mempercepat ekspansinya di Asia Tenggara. Amazon saat ini hanya ada di Singapura, tetapi pasar lain memiliki potensi sangat besar.

“Pasar Indonesia dengan populasi sekitar 260 juta jiwa me miliki nilai penjualan e-commerce sebesar US$12,2 miliar pada tahun lalu saja dan diperkirakan tumbuh mencapai penjualan US$53 miliar pada 2025,“ ungkap laporan Google yang dilansir WSJ. 

Dengan berinvestasi di Gojek, Amazon dapat memudahkan pembangunan jaringan logistiknya yang harus siap se belum masuk ke pasar itu. Jika Amazon nantinya resmi menjadi investor Gojek, berarti semakin banyak saja pemodal bagi startup dari Indonesia tersebut. 

Sebelumnya Gojek mendapat suntikan dana dari Mitsubishi dan Visa serta sejumlah investor lain. Adapun Gojek juga terus berekspansi ke negara-negara Asia Tenggara. Malaysia menjadi target terbaru bagi ekspansi Gojek. Kabinet Malaysia telah mengizinkan Gojek beroperasi di negara tersebut pada pertengahan bulan lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: