Kemarau panjang, BULOG klaim tak butuh impor beras

Senin, 2 September 2019 | 18:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kemarau panjang masih berlangsung yang diperkirakan sampai November atau awal Desember mendatang. Namun Perum BULOG meyakini Indonesia tidak perlu impor beras karena stok yang dimiliki mampu mencukupi hingga awal tahun depan.

"Pokoknya nggak perlu kita impor. Karena apa? Kan nanti hujan sekitar anggap saja November-Desember. Aku yakin itu musim penghujan," kata Direktur Pengadaan Perum BULOG Bachtiar Utomo usai rakor Menko Perekonomian di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Ia menjelaskan mengantisipasi kekeringan saat ini, BULOG dari segi pengadaan sudah menyebarkan beras ke semua gudang di seluruh Indonesia. Stok beras BULOG sampai saat ini mencapai 2,37 juta ton.

Di samping itu, tidak semua daerah di Indonesia mengalami kekeringan. Sebagian daerah lain memasuki musim penghujan. Karena itu, petani masih dapat panen beras."Stok sudah teralokasi dan siap untuk menghadapi itu semua," tambahnya.

Pengadaan beras BULOG,menurutnya juga berlangsung stabil. Jumlah penyerapan lebih banyak dibanding dengan yang dikeluarkan.

"Masalah stok beras ini pengadaan sampai hari ini rata rata masih 4000 (ton). Terus operasi pasar cuma 3.000 (ton), enggak sampai. Artinya antara in (masuk) sama out (keluar) masih lebih banyak," pungkasnya.

Direktur Komersial BULOG Mansyur menambahkan pada Agustus kemarin merupakan puncak panen raya kedua sehingga penyerapan akan lebih banyak. Dengan demikian maka tambahan stok untuk gudang Perum Bulog juga akan semakin berlimpah.

Pasalnya dari awal tahun serapan beras dalam negeri mencapai 1,2 juta ton. "Iya Bisa sempqt naik atau barangkali sama seperti tahun lalu 8.000 ton sampai 10.000 ton," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: