Bike to Care HPN 2019, Telkom donasikan Rp 200 juta ke YPKAI

Rabu, 4 September 2019 | 19:52 WIB ET

Surabaya, kabarbisnis.com: Jika ingin melakukan kebaikan dan peduli sesama kunjungilah Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker anak Indonesia (YPKAI). Di tempat ini banyak anak kurang mampu menderita penyakit kanker. Melalui program Bike to Care, Hari Pelanggan Nasional 2019, Telkom Regional 5 Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara mendonasikan Rp200 juta kepada YPKAI.

Donasi diserahkan langsung oleh EVP Telkom Regional 5 Jatim Balnus Suparwiyanto, didampingi Deputy EVP Infrastructure Mukhni dan Deputy EVP Marketing Mohamad Khamdan kepada Ketua YPKAI, Rubiah di Rumah Singgah YPKAI, Dharmahusada Indah Timur (4/9).

Bike to Care dilakukan untuk penggalangan dana bagi orang-orang membutuhkan dalam bidang bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dengan tagline #IndiHomeHubungkanKebaikan. 

“Kegiatan ini untuk mengapresiasi pelanggan dengan memberi kesempatan untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” kata Suparwiyanto.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan Telkom, BUMN dan kelompok pecinta Sepedaan yang telah mendonasikan sodaqohnya melalui aplikasi LinkAja dan MyIndihome. “Mudah-mudahan amal kebaikan rekan-rekan semuanya akan dicatat dan memperoleh pahala dari Allah SWT,” kata Suparwiyanto.

Donasi yang terkumpul sekitar Rp200 juta lebih. Ia berharap, donasi tersebut mampu membuat YPKAI di Surabaya bisa mengabdi secara kontinu, dan anak-anak penderita kanker lekas mendapat kesembuhan.

Rubiah, Ketua Yayasan YPKAI, mengaku terbantu dengan donasi ini. “Sebab, saat ini mereka sedang fokus mencari dana agar bisa memiliki rumah singgah permanen sehingga tidak perlu berpindah-pindah kontrakan,” kata Rubiah.

“Kita saat ini belum memiliki tempat tinggal (permanen). Telkom melihat kondisi. Anak-anak penderita cancer itu wajib kita bantu. Karena anak-anak tidak bisa menerima kanker itu sendiri tanpa bantuan,” jelas Rubiah.

 

“Saya akan gunakan untuk membeli sebidang tanah, untuk anak-anak (penderita kanker, red). Sehingga tidak pindah-pindah. Semoga ini bermanfaat,” lanjutnya.

 

Saat ini, tercatat ada sekitar 200 anak-anak penderita kanker yang singgah di rumah tersebut. Menurut Rubiah, yayasan yang berdiri pada 2014 silam ini menampung anak penderita kanker dari seluruh Indonesia. kbc5

Bagikan artikel ini: