Subsidi golongan 900 VA dicabut, tarif listrik bakal naik turun

Kamis, 5 September 2019 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bersama DPR menyepakati pencabutan subsidi listrik untuk golongan 900 Volt Amper (VA) mulai Januari 2020. Keputusan ini berpotensi mempengaruhi pengenaan tarif untuk golongan pelanggan tersebut.

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan mengatakan, dengan dicabutnya subsidi, maka golongan pelanggan dikenakan skema tarif penyesuaian atau tarif adjusment.

"Ya udah kalau kemarin keputusan politik semua 900 dicabut, masuklah kita ke tarif adjustment," kata Djoko saat menghadiri IPA Convex 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9/2019).

Djoko menjelaskan, dengan diberlakukannya tarif adjusment maka penentuan besaran tarif mengacu pada tiga parameter yaitu harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), inflasi dan kurs dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan mengacu pada formula harga tersebut, maka tarif listrik akan disesuaikan mengikuti pergerakan tiga para meter tersebut. Djoko pun menyebut kemungkinan tarif listrik bisa naik dan turun.

"Tapi belum tentu ada kenaikan tarif, tergantung dolar, ICP, dan inflasi. Masuk tarif penyesuaian 3 bulanan saja," jelasnya.

Menurut Djoko, ada 6,9 juta pelanggan 900 VA yang saat ini berstatus penerima subsidi akan beralih menjadi golongan non subsidi. Jika digabungkan dengan jumlah 900 VA non subsidi saat ini maka total golongan pelanggan 900 VA non subsidi nantinya menjadi 27 juta.

"Kira-kira itu nanti Januari jumlahnya 27 juta pelanggan 900. Nyambungnya kan 3 jutaan tiap tahun, nah kita prediksi Januari besok jumlhnya jadi 27 juta," tandasnya.

Pencabutan subsidi listrik pada golongan pelanggan mampu dilakukan agar penyaluran subsidi tepat sasaran, hal ini dilakukan pertama kali pada 2016.

Untuk golongan 900 VA dilakukan pemisahan antara golongan 900 VA bersubsidi karena masuk golongan tidak mampu dan 900 VA non subsidi karena masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM).

"Itu kan isu lama ya sebenarnya, bahwa subsidi itu harus terarah, tepat sasaran. PLN minta itu tepat sasaran," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: